Susiana, istri komedian Tukul Arwana, meninggal mendadak, ditengarai karena asma. Ya, pada beberapa kasus, penyakit asma bisa menimbulkan kematian yang terjadi secara mendadak. Mengapa bisa demikian? Yuk simak penjelasan dokter.

“Bisa menimbulkan (kematian), kalau total mendadak, terjadi penyempitan, nggak masuk darahnya, nggak masuk oksigen ya mengakibatkan kematian,” ujar Prof dr Faisal Yunus, SpP(K), MD, PhD, dari RS MH Thamrin, Jakarta, dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (24/8/2016).

KONTAK PERKASA FUTURES – Prof Faisal menjelaskan serangan asma dibagi menjadi tiga yakni serangan ringan, berat dan mengancam jiwa. Jika asma sampai mengakibatkan kematian maka ditengarai sebelumnya mengalami serangan asma yang mengancam jiwa. Serangan asma yang mengancam jiwa terjadi antara lain karena saluran pernapasannya terjadi penyempitan hingga sangat kecil.

“Nah kalau orangnya tidak sadar, suara napasnya sudah nggak kedengaran, ini serangan yang mengancam jiwa. Serangan yang mengancam jiwa kalau nggak tertolong ya meninggal karena namanya serangan yang mengancam jiwa,” sambung Prof Faisal, dokter.

Asma merupakan penyakit inflamasi (radang) kronik saluran nafas yang sensitif terhadap berbagai rangsangan yang menimbulkan penyempitan saluran nafas yang bisa membaik secara spontan atau dengan pengobatan. Karena itu, asma tidak boleh terlambat penanganannya.

Pada penyakit asma tidak dapat diketahui seberapa lama pasien dapat bertahan terhadap gejala. Seringnya serangan asma terjadi di malam hari menyebabkan penderitanya tidak mendapatkan pertolongan.

Saat ini angka kematian akibat serangan penyakit asma masih belum ada data yang pasti. Hanya saja sampai sekarang asma disebut sebagai penyakit yang menyebabkan kematian nomer 6 di Indonesia.

Source : detik.com