KONTAK PERKASA FUTURES – Mungkin judul dari artikel ini akan membuat anda bertanya-tanya, “Mengapa harus mengulang kata koreksi hingga tiga kali?” Karena, memang ada tiga hal penting yang harus selalu dikoreksi oleh seorang pemimpin agar perusahaan atau tim yang dipimpin oleh dirinya bisa berkembang lebih pesat lagi. Adapun ketiga hal tersebut adalah koreksi kepemimpinan, koreksi karyawan, dan koreksi pasar. Jika anda sering melakukan koreksi pada ketiga hal ini, maka perusahaan anda pun akan maju lebih cepat. Jika perusahaan maju berarti praktek kepemimpinan yang anda laksanakan membuahkan hasil yang maksimal.

Pemimpin

Sebagai seorang pemimpin adalah wajar jika anda mengoreksi pekerjaan karyawan. Namun terlebih dahulu, anda perlu melakukan koreksi kepemimpinan atas diri sendiri. Orang bilang bahwa manusia tidak bisa menilai diri mereka sendiri. Tapi, jika kita selidiki lebih lanjut, mengoreksi diri sendiri hanya bisa dilakukan asalkan anda jujur terhadap diri sendiri. Sebagai contoh, anda membuat sebuah jurnal mingguan, yang berisi ide, rencana kerja, target, dan lain sebagainya. Mungkin kita mengerjakan seluruh hal tersebut di minggu malam. Jumat sore adalah waktu yang tepat untuk mengoreksi aksi dan prestasi kepemimpinan dan kinerja anda di minggu tersebut. Dengan demikian, anda bisa mengetahui pada titik mana anda berhasil, pada bagian mana anda gagal, dan poin mana yang masih menggantung.

Poin yang menggantung menjadi pekerjaan rumah pada minggu berikutnya; bagian yang gagal sebagai sebuah pelajaran. Pada titik ini, anda mesti mengevaluasi faktor yang menyebabkan kegagalan, sehingga anda bisa menghindarinya di masa mendatang. Sebaliknya, keberhasilan juga merupakan sebuah pelajaran, yakni faktor apa saja yang kita lakukan sehingga itu bisa berhasil, sehingga anda bisa mempertahankan atau meningkatkannya.

Selain itu, anda juga bisa bercermin dari karyawan. Jika anda tanyakan secara langsung mengenai tipe kepemimpinan dan kinerjanya anda, umumnya, karyawan anda tidak akan jujur. Solusinya, anda bisa meminta mereka untuk membuat sebuah review tentang kinerja anda, dicetak dengan printer dan tanpa nama. Lakukan hal ini tiga atau enam bulan sekal, dan perhatikan apakah ada perbaikan atas kritikan, atau malah ada penambahan kritikan atas poin plus yang tadinya anda miliki.

 

Karyawan

Selain melakukan koreksi kepemimpinan, anda juga berhak untuk mengkoreksi karyawan. Anda bisa menyarankan kepada karyawan untuk melaksanakan seperti yang anda lakukan, yakni mengoreksi diri sendiri. Namun sebagai seorang pemimpin, anda harus berani untuk mengkoreksi karyawan kita, tidak perduli seberapa dekat kita dengan karyawan tersebut. Untuk itu, anda tentunya harus mengontrol kinerja mereka sehari-hari.

Jika karyawan memang “sudah seperti sahabat”, pada titik inilah profesionalisme kepemimpinan anda diuji. Bukan tidak mungkin kalau ada pihak-pihak yang merasa sakit hati jika dikoreksi. Tapi umumnya, obat yang manjur itu memiliki rasa yang kurang sedap. Lagi pula, rasa sakit hati tersebut bisa diminimalisir jika anda memilih cara yang tepat untuk menyampaikannya. Sehingga, karyawan tidak merasa tersinggung, melainkan berterimakasih karena sudah diingatkan oleh atasan.

 

Pasar

Sisihkan sedoikit waktu setiap minggunya untuk mengoreksi pasar. Terutama dengan teman-teman dari bagian pemasaran dan, bila ada, dari bagian R & D. Dengan demikian, anda bisa mengetahui kondisi pasar yang terkini. Kondisi pasar ini juga bisa menjadi bahan acuan untuk langkah kita melakukan koreksi kepemimpinan dan koreksi karyawan seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya. Dengan pengetahuan yang cukup dan terbaru dari kondisi pasar tersebut, anda bisa melakukan koreksi atas produksi, strategi, dan berbagai macam hal penting lainnya. Sehingga hal ini akan mendorong untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Dengan melakukan koreksi kepemimpinan, karaktekter kepimpinan bisnis anda akan berkembang, karyawan akan berkembang, dan akhirnya pangsa pasar kita juga akan berkembang dengan pesat.