KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas kembali terkoreksi setelah sempat mencapai rekor tertingginya pekan lalu. Kamis (22/8) pukul 09.30 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.511,90 per ons troi, turun 0,25% dibanding sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.515,70 per ons troi.

Koreksi tipis yang terjadi pada emas lantaran investor menanti arah kebijakan bank sentral AS sebagai petunjuk penurunan suku bunga ke depan. Mengutip Reuters, fokus investor kini bergeser ke pertemuan Jackson Hole pada Jumat besok, dimana Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan pidatonya tentang arah suku bunga dan prospek ekonomi ke depan.

Hasil notulensi pertemuan pengambil kebijakan The Fed pada akhir Juli 2019 yang dirilis Rabu (21/8) juga turut mendorong koreksi harga emas. Dalam rilis tersebut, para pembuat kebijakan The Fed terpecah dalam pengambilan keputusan tentang penurunan suku bunga.

Namun, semuanya sepakat bahwa penurunan suku bunga The Fed pada akhir Juli lalu tidak akan menjadi sinyal penurunan suku bunga lebih lanjut ke depan.Harga emas masih melanjutkan koreksi hingga siang ini. Kamis (22/8) pukul 12.47 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.510,10 per ons troi, turun 0,36% dibanding sehari sebelumnya.

Koreksi harga emas lantaran aksi investor yang menanti pidato Gubernur The Fed Jerome Powell tentang petunjuk arah penuruna  suku bunga AS di masa depan pada konklaf bank sentral global di Jackson Hole pada Jumat (23/8) besok.

“Kami melihat pola investor sedikit menahan diri hingga komentar dari Gubernur The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole,” kata analsi OANDA, Jeffrey Halley seperti dikutip Reuters. Ia menambahkan, jika Powell mengatakan akan memangkas suku bunga secara agresif, itu mungkin tidak cukup bagus untuk emas dalam jangka pendek, karena harga saham akan naik.

Pasar saat ini fokus pada pidato Powell di Jackson Hole pada Jumat besok untuk mendengarkan arah kebijakan moneter AS terutama setelah inversi kurva yield US treasury yang menyiratkan risiko ekonomi AS kemungkinan akan jatuh pada jurang resesi.

Harga emas merambat turun dalam empat hari perdagangan terakhir. Jumat (23/8) pukul 7.42 WIB, harga emas spot turun 0,11% ke US$ 1.496,45 per ons troi. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.505, 80 per ons troi. Harga emas ini turun 0,18% hari harga kemarin.

Dalam sepekan ini, harga emas berjangka turun 1,17%. Sedangkan harga emas  spot melemah 1,12% pada periode yang sama.

Harga emas terus menurun dalam empat hari ini menunggu sinyal arah kebijakan moneter Federal Reserve dari pertemuan di Jackson Hole, Wyoming. “Seluruh pasar dalam mode wait and see, tetapi ada sejumlah pernyataan dari para pembicara The Fed dengan pesan yang lebih hawkish,” kata Daniel Ghali, commodity strategist TD Securities kepada Reuters.

Ghali menambahkan, pernyataan-pernyataan yang muncul hingga saat ini bisa diinterpretasikan sebagai upaya untuk mempersiapkan pasar untuk pidato yang kurang dovish dari Gubernur The Fed Jerome Powell.

Rabu lalu, The Fed merilis notulen rapat bulan Juli yang menunjukkan bahwa anggota The Fed terpecah soal pemangkasan bunga. Presiden The Fed Philadephia Patrick Harker mengatakan, dia tidak melihat perlunya stimulus tambahan.

Pasar mengharapkan pidato Powell di akhir pekan ini akan memperjelas catatan rapat bulan lalu dan sekaligus arah kebijakan moneter AS. Suku bunga yang lebih rendah akan menekan dolar dan yield obligasi sehingga menaikkan minat investasi emas.

“Para trader melihat penurunan harga emas belakangan sebagai peluang untuk menambah pembelian, tapi tidak ada yang berharap langkah besar dari pertemuan Jackson Hole,” kata Michael Matousek, head trader US Global Investors.

Source : kontan.co.id