KontakPerkasa Futures – Beberapa hari terakhir pemberitaan media massa dipenuhi oleh perlambatan ekonomi. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Pada kuartal I, ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 4,7 persen.

Banyak pihak menilai perlambatan ini merupakan kesalahan pemerintah. Bahkan ada beberapa pihak yang menilai tim ekonomi Kabinet Kerja tidak menjalankan tugas dengan baik.

Namun bagaimana penilaian investor asing? Ternyata perlambatan ekonomi Indonesia dinilai positif bagi para investor asing. Para investor asing menilai perlambatan ekonomi Indonesia memang diperlukan demi meningkatkan daya saing Indonesia itu sendiri.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan investor di Wall Street, mereka mengatakan it’s ok karena dengan begitu defisit neraca transaksi berjalan Indonesia akan mengecil,” ungkap Plt Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan di Gedung Bank Indonesia (BI), Jumat (8/4/2015).

Dia mengatakan, dengan perlambatan ekonomi tersebut para investor tetap optimistis dengan Indonesia. Lantaran secara rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap di atas pertumbuhan ekonomi dunia.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 persen dinilai berkualitas oleh investor asing. Oleh karena itu, dia berpendapat langkah pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas rata-rata dunia patut diapresiasi.

“Artinya pertumbuhan ekonomi bukan karena harga komoditas, tapi karena pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, itu yang dinilai mereka,” tukasnya.

 

Sumber