KontakPerkasa Futures – Indeks saham Asia jatuh untuk hari keempat karena para investor mengkaji mengenai penolakan program bailout terhadap data inflasi China yang meningkatkan outlook stimulus Yunani.

Naver Corp jatuh sebanyak 4,9% di Seoul seiring saham teknologi memimpin penurunan. Daikin Industries Ltd, pembuat AC, turun 5,5% di Tokyo setelah Credit Suisse Group AG mengatakan laba operasional mungkin melewatkan ekspektasi pasar. Saham Properti dan perusahaan konsumen reli di Shanghai, diikuti Poly Real Estate Group Co dan Qingdao Haier Co naik lebih dari 3,2%, menyusul laporan yang menunjukkan harga konsumen China naik di laju paling lambat dalam lebih dari lima tahun terakhir pada bulan Januari.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 141,12 pada 04:20 sore di Hong Kong. Indeks tersebut naik 2,4% tahun ini hingga kemarin. Para otoritas Yunani mencari pendanaan jangka pendek untuk mencegah krisis pendanaan, dengan Kanselir Jerman Angela Merkel yang memberi sinyal untuk berkompromi terhadap kondisi utang. Data China didukung ekspektasi Bank Rakyat China akan menambah stimulus setelah penurunan suku bunga bulan November dan pengurangan bulan ini dengan persyaratan cadangan bank.

Indeks harga konsumen China naik 0,8% pada Januari, dibandingkan dengan proyeksi kenaikan 1%, sedangkan penurunan di pabrik harga menjadi 4,3%, memperpanjang rentetan penurunan sampai 35 bulan.

Indeks Hang Seng Hong Kong sedikit berubah dan Indeks Shanghai Composite naik 1,5%. Indeks Straits Times Singapura naik 0,4% dan Indeks BSE S&P Sensex India naik 0,3%.(yds)

Sumber: Bloomberg