KONTAK PERKASA FUTURES – Investasi kini sudah menjadi kebutuhan utama bagi mereka yang mementingkan kemapanan atau setidaknya keamanan finansial di masa depan. Investasi online muncul sebagai tren gabungan antara keinginan berinvestasi dengan iming-iming kepraktisan yang juga merupakan hal utama yang dibutuhkan para pelaku investasi saat ini. Betapa tidak; hanya dengan mendaftar secara online dan menyetorkan sejumlah uang sebagai modal, Anda sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan jaminan keamanan. Benarkah demikian?

Sepanjang awal tahun 2000-an hingga tahun lalu, kita sudah banyak melihat contoh penipuan yang menimpa para pelaku investasi berbasis internet. Mereka menyetorkan uang berjumlah besar kepada sejumlah lembaga investasi, bahkan menghabiskan seluruh dana investasi untuk ditempatkan di satu tempat itu, dan akhirnya dana tersebut lenyap dibawa kabur oleh perusahaan investasi yang ternyata merupakan investasi bodong.

Akhirnya, walaupun banyak lembaga investasi online seperti forex dan emas berjangka yang sebenarnya cukup punya reputasi, banyak orang terlanjur kapok mencoba melakukan investasi berbasis online. Padahal, banyak orang sudah mendapatkan keuntungan dari berbagai investasi lewat internetyang memang jujur.

 

Mengapa Banyak Investasi Online Merugi?

Walaupun banyak investasi berbasis internet yang nampaknya sudah mapan karena sudah beroperasi selama hampir satu dekade, bahkan berafiliasi dengan investasidi negara lain seperti Singapura bahkan Amerika Serikat, kenyataannya bisnis ini memang penuh resiko dan banyak sekali celah yang bisa mengakibatkan kerugian atau membuat Anda terjebak dalam skenario penipuan.

Salah satu penyebab banyaknya investasi online merugi dan tutup sehingga merugikan nasabah adalah ketidakmampuan untuk mengelola dana nasabah agar bisa menutupi pemberian pencairan hasil investasi nasabah lain. Perusahaan yang terancam bangkrut seperti ini biasanya adalah yang paling gencar menawarkan penawaran investasi menggiurkan dengan bunga berjangka besar (sangat tidak disarankan!) bahkan meminta nasabah lama agar ikut merekrut anggota baru.

Ketidakmampuan mengelola dana nasabah ini bukan hanya dimonopoli perusahaan investasi yang bekerja secara online saja; jika Anda masih ingat skandal Bank Century, salah satu penyebab kebangkrutan bank ini sehingga tidak bisa mengembalikan dana nasabahnya adalah buruknya pengelolaan sistem pemberian kredit sehingga dana bank yang tersedia akhirnya tak cukup untuk mengembalikan dana nasabah. Jika masalah seperti ini bisa menimpa bank seperti Century, bagaimana dengan investasi online? Jadi, haruskah Anda mengambil resiko dengan mencoba investasi ini?

 

Hal-hal yang Harus Diperhitungkan Sebelum Ikut Investasi Online

Harus diakui bahwa mengikuti investasi berbasis internet agak seperti berjudi. Di satu sisi, investasi ini menawarkan kepraktisan dalam berinvestasi dan menarik keuntungannya, serta memberikan hasil yang tinggi yang sepadan dengan resikonya. Di sisi lain, lembaga investasi di Indonesia harus diakui masih banyak yang belum diawasi secara ketat sehingga ada banyak sekali lembaga yang bisa bebas mengutak-atik kepercayaan publik demi meraih untung.

Jika Anda ingin mengikuti investasi online, hal yang harus diperhatikan adalah tawarannya. Jangan sampai Anda mengikuti investasi yang hanya menawarkan keuntungan dari bunga berjangka, apalagi yang mengiming-imingi keuntungan sampai 5% sehari karena itu biasanya sudah pasti penipuan.

Selain itu, Anda juga sebaiknya waspada dengan tidak memasukkan semua uang Anda ke dalam investasi tipe ini. Kalaupun Anda punya dana investasi yang cukup banyak, cukup masukkan sebagian kecil saja dan sisanya diinvestasikan di investasi yang walaupun keuntungannya lebih rendah namun juga cenderung aman. Jika investasi tersebut merugi, setidaknya Anda tidak kehilangan semua uang. Akhirnya, pastikan Anda menarik keuntungan sesering mungkin. Jangan terlalu lama menahan diri untuk mencairkan keuntungan dari investasi online, atau Anda malah akan kehilangan semuanya.