KONTAK PERKASA FUTURES – Rasio margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) bank diprediksi cenderung tak banyak bergerak atawa stagnan di tahun 2017. Hal ini sedikit banyak merupakan dampak dari kenaikan bunga The Federal Reserve.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri, bilang, rasio NIM justru cenderung turun tahun depan karena bunga deposito tak bisa turun lagi, sementara bunga kredit masih berpeluang turun.

“Rasio NIM akan turun 20 bps–30 bps di tahun depan,” ujar Kartika, Senin (19/12).

Tahun depan, Bank Mandiri memprediksi rasio NIM berkisar 5% atau di bawah 5%. Adapun tahun ini target Bank Mandiri ada di kisaran 5,80%–6,00%. Hingga September 2016, NIM Bank Mandiri tercatat 6,54%, naik 73 bps dari setahun lalu di posisi 5,81%.

Senada, Direktur Utama Bank CIMB Niaga Tigor Siahaan bilang rasio NIM akan stagnan bahkan cenderung turun jika penurunan bunga kredit lebih besar dari biaya dana. “Sepertinya flat di tahun depan,” ujar Tigor.

Tahun depan, CIMB Niaga memprediksi NIM akan sama seperti tahun ini, yakni 5,54%. Rasio NIM stagnan karena pendapatan bunga belum akan tinggi akibat permintaan kredit belum signifikan.

Demikian halnya dengan Achmad Baequni, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), yang memprediksi rasio NIM tahun depan sama dengan tahun ini. Per September 2016, rasio NIM BNI sebesar 6,2%, turun tipis 0,4% dari setahun 2015 yakni 6,6%.

“Rasio NIM masih dikisaran 6%,” kata Baequni.

Doddy Arieffianto, Direktur Group Risiko Perbankan dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memperkirakan, NIM perbankan tahun depan akan terjaga di level 5,3%–5,5%.

Meski biaya dana turun, namun bank tidak akan memangkas bunga kredit demi menjaga pengeluaran akibat kenaikan rasio kredit bermasalah. Rata-rata rasio NIM bank mencapai 5,65% per September 2016.

Kelompok bank BUMN mencatat NIM 6,40%, bank swasta 5,31%, bank swasta non devisa 3,79%, BPD 6,97%, bank campuran 3,64%, dan bank asing sebesar 3,89%.

Source : kontan.co.id