KONTAK PERKASA FUTURES – Pasar saham internasional saat ini sedang mendapati kerugian harian paling besar sepanjang sejarah pada hari Jumat minggu lalu, sesudah hasil referendum Inggris menghasilkan suara terbanyak untuk keluar dari Uni Eropa, atau orang lebih mengenalnya dengan istilah Brexit.

Jumlah kerugian pasar saham internasional pada saat itu mencapai US$ 2,08 triliun. Angka tersebut lebih besar dibandingkan krisis keuangan 2008 silam, saat Lehman Brothers gulung tikar.

Begitulah data Standard & Poor’s Dow Jones Indices, yang didapat dari Reuters, Senin (27/6/2016).

Kerugian terbesar dirasakan oleh pasar saham di Eropa. Pasar saham di Milan serta Madrid jatuh 12% pada Jumat minggu lalu. Sedangkan pasar saham di Inggris sementara turun 9%, walaupun akhirnya ditutup pada penurunan 3,15%.

Di Asia, indeks saham Nikkei, Jepang melemah 7,9%, dan bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) turut melemah 3,6%.

Nilai kerugian pasar saham internasional ini lebih besar dari krisis keuangan 2008, saat Kongres AS menolak paket bailout US$ 700 miliar untuk menyelamatkan bursa saham Wall Street pada 29 September 2008. Nilai kerugian pasar saham dunia saat itu adalah US$ 1,94 triliun.

Source : detik.com