KONTAK PERKASA FUTURES – Harga saham-saham di New York Stock Exchange (NYSE) naik pada hari Senin (21/5) dan mendorong indeks Dow Jones ke penutupan tertinggi dalam dua bulan terakhir. Wall Street. Gencatan senjata antara AS dan China menenangkan kekhawatiran atas kemungkinan perang perdagangan segera terjadi.

Komentar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada akhir pekan bahwa kedua negara telah menempatkan kemungkinan perang dagang “ditunda” dan setuju mengadakan pembicaraan lebih banyak untuk meningkatkan ekspor AS ke China, mendorong harga saham naik pada awal pembukaan.

Mnuchin mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat dan China telah sepakat untuk melepas ancaman tarif mereka.

“Berita besar selama akhir pekan adalah perang dagang dihindari dan kami menyesuaikan taruhan yang sempat muncul bahwa akan ada berita negatif yang keluar dari diskusi,” kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB & T Wealth Management di Birmingham , Alabama.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 298,2 poin (1,21%) menjadi 25.013,29. Indeks S & P 500 naik 20,04 poin (0,74%) menjadi 2,733,01 dan Nasdaq Composite menambahkan 39,70 poin (0,54%) menjadi 7.394,04.

Tidak semua pemimpin bisnis AS menyambut baik gencatan senjata perdagangan. Beberapa di antara mereka memperingatkan bahwa Washington akan sulit membangun kembali momentum untuk mengatasi apa yang mereka pandang sebagai kebijakan China yang meresahkan.

Harga saham-saham di Wall Street melonjak pada hari Kamis (10/5). Data inflasi yang hangat meredakan kekhawatiran akan kemungkinan kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif tahun ini.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Departemen Tenaga Kerja AS meningkat 0,2% pada bulan April. Angka ini lebih kecil dari ekspektasi para ekonom. Kenaikan inflasi didorong oleh meningkatnya biaya bahan bakar dan akomodasi sewa yang ditopang secara moderat oleh harga perawatan kesehatan.

IHK inti, tidak termasuk komponen makanan dan energi, naik 0,1% pada bulan April, lebih lambat dari angka dua bulan sebelumnya. Namun demikian catatan ini tidak banyak mengubah perkiraan para trader tentang kenaikan suku bunga pada Juni mendatang.

Selama ini pelaku pasar khawatir angka inflasi yang lebih tinggi bisa meningkatkan kekhawatiran kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve AS.

“Indeks hara konsumen datang pada tingkat di tidak begitu mengkhawatirkan sejauh apa yang The Fed pikirkan,” kata Mark Kepner, seorang pedagang ekuitas di Themis Trading di Chatham, New Jersey. “Ada kenyamanan bahwa Fed tidak harus bergerak terlalu agresif.

Setelah investor menyisihkan kekhawatiran tentang perang dagang AS versus China, indeks S&P 500 telah meningkat 3,55% dalam seminggu terakhir. Indeks S&P 500 kembali berada di atas rata-rata bergerak 100 hari untuk pertama kalinya sejak 19 April, dan beberapa trader mulai berharap pasar mungkin bergerak lebih tinggi.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,8% lalu berakhir pada level 24.739,53. Wall Street. Sementara itu S&P 500 naik 0,94% ke 2,723.07, level tertinggi sejak pertengahan Maret lalu.

Source : kontan.co.id