Kontakperkasa Futures – Indeks saham berjangka China turun di tengah kekhawatiran kenaikan baru-baru ini untuk indeks acauan yang berlebihan setelah ekuitas AS turun untuk hari kelima terkait penurunan harga minyak.

Kontrak pada Indeks CSI 300 yang berakhir pada bulan Januari, kontrak paling aktif, tergelincir 0,3% ke level 3,648.60 pada pukul 09:21 pagi waktu setempat. Saham perusahaan kecil dapat memperpanjang reli kemarin setelah Bursa Efek Shenzhen mempelajari rencana untuk terkoneksi dengan perusahaan mitra dari Hong Kong, mirip dengan link-up Hong Kong dengan Shanghai.

Indeks Shanghai Composite naik kurang dari 0,1% ke level 3,351.45 kemarin, level tertinggi sejak Agustus 2009. Indeks ChiNext, didominasi oleh saham teknologi dan obat yang lebih kecil, melonjak 5,1%, terbesar sejak Juni 2013, di tengah spekulasi Shenzhen akan ditambahkan ke Link perdagangan saham antara Shanghai dan Hong Kong.

Indeks Shanghai Composite telah reli 64% selama tahun lalu, performa terbaik di antara 93 indeks global yang dilacak oleh Bloomberg, terkait spekulasi bahwa pemerintah akan memotong rasio persyaratan cadangan bagi pemberi pinjaman untuk mendukung pertumbuhan. Dibandingkan dengan kenaikan 16% untuk ChiNext dan gain 41% untuk Indeks Composite Shenzhen.

Koreksi akan terjadi ‘cepat atau lambat’ untuk saham-saham China setelah reli baru-baru ini, Ted Pulling, kepala investasi dari Grup Regional Pasifik di JPMorgan Asset Management, mengatakan dalam sebuah briefing di Hong Kong kemarin. Ada ruang bagi China untuk menurunkan suku bunga, rasio cadangan dan menyesuaikan kebijakan properti untuk mendukung perekonomian, kata Pulling.(frk)

Sumber : Bloomberg