PT KONTAK PERKASA – Tiga indeks besar Wall Street naik pada Senin (4/5), dipimpin oleh reli saham teknologi. Nasdaq terdorong ke rekor penutupan tertinggi karena investor bertaruh pada kelanjutan pertumbuhan ekonomi yang kuat, sementara penurunan harga minyak membebani di sektor energi.

Data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan untuk bulan Mei 2018 masih merupakan kunci bagi optimisme investor karena para pedagang mengalihkan fokus mereka dari ketakutan perang perdagangan baru-baru ini.

“Ada momentum dari laporan pekerjaan hari Jumat yang tumpah ke perdagangan Senin dan membantu mendorong saham lebih tinggi,” kata Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Global di Invesco di New York.

Namun, meski terkesan pada laporan pekerjaan yang begitu kuat di akhir ekspansi ekonomi, Hooper khawatir tentang pengumuman pemerintah AS pekan lalu tarif baja dan aluminium untuk Eropa, Kanada dan Meksiko, yang mengakhiri pembebasan dua bulan.

“Laporan pekerjaan tampak di kaca spion sementara aksi proteksionis minggu lalu akan berdampak pada masa depan,” katanya. “Investor mungkin terperangah jika ada dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini dari proteksionisme.”

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 178,48 poin (0,72%) menjadi 24.813,69. Indeks S&P 500 naik 12,25 poin (0,45%) menjadi 2,746.87. Nasdaq Composite menambahkan 52,13 poin (0,69%) mencapai 7,606.46, rekor penutupan tertinggi.

Wall Street mengakhiri sesi perdagangan yang bergejolak pada level lebih rendah Kamis (17/5). Investor bergulat dengan meningkatnya ketegangan perdagangan dan kenaikan harga minyak.

Presiden AS Donald Trump berkomentar bahwa China telah menjadi sangat dimanjakan oleh perdagangan dan meragukan usahanya sendiri untuk menghindari perang tarif antara dua ekonomi terbesar di dunia itu. Investor pun gelisah terhadap awal putaran kedua perundingan tingkat tinggi Amerika Serikat (AS) dan China.

“Saya pikir kekacauan perdagangan ini tentu saja mempengaruhi suasana hati,” kata Jim Bell, Presiden Direktur Investasi Bell Penasihat Investasi di Oakland, California.

“Ini menjadi sangat nyata bahwa bisnis Amerika akan menderita,” kata Bell. “Perang tarif selalu buruk, selalu meningkatkan semua biaya hampir bagi konsumen dan menghancurkan lebih banyak pekerjaan daripada yang dihasilkan,” sambungnya seperti dikutip Reuters.

Berbarengan dengan itu, laporan ekonomi menunjukkan angka pengangguran AS turun ke level terendah sejak 1973. Wall Street. Kondisi pasar tenaga kerja AS yang semakin ketat serta menguatnya inflasi memperpesar kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan.

Imbal hasil Treasury 10-tahun AS ditutup pada 3,1131%, mempertahankan tingkat imbal hasil tertinggi selama hampir tujuh tahun. Investor mulai merenungkan apakah obligasi menawarkan alternatif yang menarik daripada saham yang lebih berisiko.

Dari luas AS, kerusuhan di Timur Tengah menimbulkan dugaan akan adanya pengurangan pasokan minyak. Akibatnya harga minyak mentah pun terdorong ke tingkat tertinggi dalam tiga setengah tahun. Indeks S&P Energy naik 1,3%, kenaikan terbesar dari sektor utama S&P 500.

Dow Jones Industrial Average turun 54,95 poin (-0,22%) menjadi 24.713,98 dan S&P 500 kehilangan 2,33 poin (-0,09%) menjadi 2,720.13. Adapun Nasdaq Composite turun 15,82 poin (0,21%) menjadi 7.382,47.

Source : kontan.co.id