Bursa saham indeks di negara Amerika Serikat (AS) mengalami fluktuasi di hari pertama pada bulan September, Senin (1/9). Berkenaan dengan turunnya harga minyak mentah ternyata menekan optimisme pada tanda-tanda positif yang dirasakan bagi pertumbuhan global, sementara para penanam modal menunggu data payrolls pada hari Jumat (2/9) sebagai petunjuk untuk suku bunga.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip data dari Bloomberg, indeks S&P 500 mengalami peningkatan sebesar kurang dari 0,1% menjadi berada di level 2.171,41 pada jam 09:32 pagi di waktu New York, mengikuti terjadinya penurunan back-to-back dan penurunan yang terjadi dalam lima dari enam sesi. Akan tetapi, Indeks tersebut kurang dari 1% jauh dari level tertinggi pada catatan sepanjang masanya pada tanggal 15 Agustus yang lalu.

Data manufaktur di negara China yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya mendukung saham global pada saat ini. Indeks manufaktur resmi China mengalami kenaikan pada bulan lalu ke level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir, yang berarti menunjukkan stabilisasi ekonomi yang tetap berada di jalurnya.

Sebuah laporan terpisah menampakkan aktivitas manufaktur di negara U.K. menyentuh level 10-bulan tertingginya pada bulan Agustus kemarin.

Indeks S&P 500 berakhir dengan penurunan sebesar 0,1% lebih rendah pada bulan Agustus kemarin, menghentikan kenaikan beruntun bulanan untuk kali kelima, yang merupakan kejadian yang terpanjang dalam dua tahun terakhir.

Source : kontan.co.id