KONTAK PERKASA FUTURES – Pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit banyak dipengaruhi oleh Brexit, sebagaimana rupiah yang sempat loyo namun diselamatkan oleh pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak pada Selasa (27/6).  Hal sama juga dialami oleh IHSG. “Pengesahan ini menjadi katalis dari dalam negeri yang ditunggu-tunggu pelaku pasar di tengah ketidakpastian global akibat Brexit,” jelas Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas.

Setelah itu, pada Selasa itu indeks melompat 97,93 poin atau 2,01% hingga ditutup di level 4.980,1. Indeks terus bertahan di area positif, apalagi didukung oleh pergerakan positif bursa Asia. Sayangnya, hingga menutup pekan ini IHSG masih malu-malu untuk menembus level psikologis 5.000 dan harus berakhir di level  4.971,58. Berikut pergerakan IHSG selama sepekan:

Senin (27/6), IHSG masih dibuka di zona negatif pada awal pekan ini. Data RTI menunjukkan, pada pukul 09.10 WIB, indeks tercatat turun 0,79% menjadi 4.796,10. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 350,183 juta saham dengan nilai transaksi Rp 252,287 miliar.

Sesi I, IHSG  masih belum bangkit dari zona merah di akhir sesi I. Meski demikian, indeks berhasil meminimalisir penurunannya. Data yang dihimpun RTI menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, IHSG turun 0,38% menjadi 4.816,20. Volume transaksi ini melibatkan 2,784 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,895 triliun.

Sesi II, sentimen pasar regional tampaknya mampu menopang perdagangan IHSG pascagejolak akibat Brexit. Mengacu data RTI, indeks berhasil bangkit 0,03% atau 1,483 poin di menit akhir perdagangan ke level 4.836,052 pukul 16.14 WIB. Perdagangan hari ini melibatkan 6,45 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,66 triliun.

Selasa (28/6), pada saat bursa Asia dan global melempem, IHSG berhasil mendaki. Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.07 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,35% menjadi 4.82,13. Kenaikan indeks disokong oleh 96 saham. Volume transaksi pagi ini melibatkan 493,870 juta saham dengan nilai transaksi Rp 371,921 miliar.

Sesi I, IHSG masih mempertahankan posisinya di zona hijau hingga akhir sesi ini. Berdasarkan data RTI, pada pukul 12.00 WIB, indeks tercatat naik 0,55% menjadi 4.862,556. Volume transaksi perdagangan siang ini melibatkan 3,448 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,674 triliun.

• Kenaikan IHSG siang ini dipengaruhi oleh rencana pengesahan program pengampunan pajak. Seperti yang diberitakan sebelumnya, hari ini, DPR akan mengadakan rapat paripurna untuk mengesahkan RUU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty). Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas, mengatakan, pengesahan tersebut menjadi sentimen yang dinanti-nantikan pelaku pasar saat ini. “Pengesahan ini menjadi katalis dari dalam negeri yang ditunggu-tunggu pelaku pasar di tengah ketidakpastian global akibat Brexit,” jelas Lana dalam riset yang diterima kami.

Sesi II, IHSG melaju hampir 1% pada perdagangan. Mengacu data RTI, indeks berakhir naik 0,95% atau 46,119 poin ke level 4.882,171 pukul 16.14 WIB. Perdagangan hari ini melibatkan 8,96 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,49 triliun.

• Berserinya IHSG pada  perdagangan hari ini tak lepas dari sentimen pengesahan Undang-Undang Tax Amnesty oleh DPR. “Pengesahan ini menjadi katalis dari dalam negeri yang ditunggu-tunggu pelaku pasar di tengah ketidakpastian global akibat Brexit,” jelas Lana dalam riset yang diterima kami.

Rabu (29/6),  IHSG ikut melompat tinggi di tengah rebound pasar global pascaguncangan Brexit. Mengacu data RTI, indeks dibuka naik 1% atau 48,876 poin ke level 4.932,32 pukul 09.18 WIB. Perdagangan pagi ini melibatkan 1,39 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,90 triliun.

• Analis Asjaya Indo Surya William Surya Wijaya menuturkan efek  Brexit yang notabene sudah dapat diantisipasi dengan lebih bijak oleh investor, terlihat dari capital inflow yang masih terlihat terus terjadi.

Sesi I, IHSG terus melaju di tengah sentimen pasar regional yang positif di sesi. Mengacu data RTI, indeks berakhir naik 1,39% atau 68,01 poin ke level 4.950,18 pukul 12.00 WIB. Perdagangan rehat pertama melibatkan 4,69 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,29 triliun.

Sesi II, efek Undang-Undang Pengampunan Pajak masih terasa. Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup melejit 97,93 poin atau 2,01% menjadi 4.980,1. Transaksi hari ini cukup ramai. Ada 8,44 miliar saham berpindah tangan, dengan transaksi mencapai Rp 14,412 triliun.

Kamis (30/6), IHSG menyusul pergerakan positif bursa Asia hari ini. Mengutip data RTI, pada pukul 09.26 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,58% menjadi 5.007,52. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 786,341 juta saham dengan nilai transaksi Rp 1,118 triliun.

Sesi I, IHSG riang melompat di zona hijau di sepanjang sesi  hari ini. Data RTI menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, indeks ditutup dengan lompatan hampir 1% (0,97%) ke posisi 5.028,37. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 3,816 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,157 triliun.

Sesi II, IHSG masih berada di jalur tren penguatan perdagangan. Mengacu data RTI, indeks reli ditutup 0,73% atau 36,542 poin ke level 5.016,647 pukul 16.14 WIB. Perdagangan hari ini melibatkan 7,66 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,51 triliun.

• “Menjelang libur panjang Lebaran 2016, sentimen positif terlihat masih memenuhi perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia, sehingga IHSG kembali melanjutkan penguatannya,” kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengutip Antara. Menurut dia, salah satu faktor yang menjaga laju IHSG di area positif yakni masih masuk aliran dana asing ke pasar saham domestik. Aksi beli pemodal asing setelah disetujui RUU Pengampunan Pajak oleh DPR cenderung meningkat.

Jumat (1/7), IHSG masih bergerak positif pada transaksi hari terakhir sebelum libur Lebaran. Data RTI menunjukkan, pada pukul 09.15 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,44% menjadi 5.039,72.  Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 820,735 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp 485,482 miliar.

Sesi I, IHSG tidak berlangsung lama. Pada akhir sesi I hari ini, indeks mencatatkan penurunan 0,56% menjadi 4.988,33. Volume transaksi perdagangan siang ini melibatkan 2,817 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,473 triliun.

Sesi II, IHSG masih tak bersemangat menjebol level psikologis 5.000 sebelum ditutup untuk libur Lebaran. Indeks hari ini ditutup melemah 45 poin atau 0,9% menjadi 4.971,58. Transaksi hari ini melibatkan 5,72 miliar saham dengan nilai Rp 5,6 triliun.

 

Rupiah

Pekan ini rupiah sempat terdesak akibat hasil referendum Brexit, namun kini pergerakan nilai tukar rupiah sudah kembali positif. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus mundur. Hal tersebut menyusul kekhawatiran Brexit akan berdampak negatif pada ekonomi global.

Yang berhasil mengangkat rupiah dalam sepekan terakhir adalah pengesahan Undang-Undang Tax Amnesty. Investor optimistis pengesahan UU Tax Amnesty akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, menurut Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, sentimen UU Tax Amnesty juga tidak akan berlangsung dalam jangka panjang. Sepekan setelah pengesahan mungkin masih bisa membawa efek positif bagi rupiah. Setelah itu pasar akan melihat bagaimana kebijakan tersebut mampu mendorong program belanja pemerintah.

Kendati begitu, Brexit toh masih meninggal jejak dengan penguatan rupiah yang tidak terlalu besar dalam pekan ini. Hanya melambung 2%. Berikut pergerakan rupiah selama sepakan:

Senin (27/6), nilai tukar mata uang rupiah kembali melanjutkan pelemahan akhir pekan lalu. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, pada pukul 09.12 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot tersungkur 0,8% menjadi Rp 13.485 per dollar AS.

Sore, rupiah berhasil mendulang penguatan di tengah masih tidak stabilnya pasar eksternal pasca-Brexit. Katalis dalam negeri menjadi penopang kuat pergerakan unggul rupiah di awal pekan. Di pasar spot, posisi kurs rupiah terangkat 0,30% ke level Rp 13.351 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sementara itu, di kurs tengah Bank Indonesia valuasi rupiah menukik 1,49% di level Rp 13.495 per dollar AS

• Resti Afiadinie, Analis Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk, mengatakan, intervensi Bank Indonesia jadi penyebab utama terdongkraknya nilai tukar rupiah. Serta buruknya sajian data ekonomi AS di akhir pekan lalu beri ruang bagi rupiah untuk menyesuaikan posisi sementara.

“Apalagi di awal pekan pengujung bulan seperti ini kan faktor penggerak minim,” kata Resti. Tidak heran posisi rupiah sedikit diuntungkan. Meski volatilitas pasar pasca-Brexit belum mereda.

Selasa (28/6), posisi rupiah pagi ini menguat. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 10.13 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,5% menjadi 13.270 per dollar AS.

Sore,  mata uang garuda kembali ke bawah level Rp 13.200 per dollar AS setelah tertekan akibat Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 1,22% ke level Rp 13.188 dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Sementara itu, di kurs tengah Bank Indonesia rupiah menguat 1,77% ke level Rp 13.256.

• Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan, kekhawatiran dampak Brexit terhadap Indonesia mulai mereda. Di samping itu, pasar merespon positif disahkannya Undang – Undang Tax Amnesty oleh DPR. UU Tax Amnesty diharapkan mampu menambah pendapatan negara dari sektor pajak sehingga akan berimbas pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. “Dua faktor tersebut membuat rupiah menguat cukup signifikan,” ujarnya.

Rabu (29/6), otot rupiah semakin mengencang di hadapan dollar AS, Rabu (29/6). Mengacu data Bloomberg, di pasar spot pukul 10.37 WIB nilai tukar rupiah ke Rp 13.148 per dollar AS atau menguat 0,27% dari sebelumnya Rp 13.188 per dollar AS. Serupa, mengacu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR), kurs rupiah ke Rp 13.166 per dollar AS atau menguat 0,68% dari sebelumnya Rp 13.256 per dollar AS.

• “Disahkannya RUU Pengampunan Pajak menjadi angin segar bagi mata uang rupiah untuk kembali melanjutkan penguatan,” kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengutip Antara.

Sore, nilai tukar rupiah masih bertahan menguat di hadapan dollar AS. Di pasar spot, rupiah diperdagangkan di Rp 13.157 per dollar AS. Rupiah menunjukkan penguatan, mengingat kemarin pasangan USD/IDR masih di kisaran Rp 13.188. Rupiah kemarin menguat sampai 1,22% terdorong sentimen pengesahan UU Pengampunan Pajak, sementara efek Brexit mulai mereda. Rupiah di JISDOR yang tercantum di Bank Indonesia hari ini berada di Rp 13.166, menguat dibandingkan dengan  kemarin di posisi Rp 13.256 per dollar AS.

• Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, memaparkan disahkannya UU Tax Amnesty ini memberikan harapan ke pasar akan tingginya jumlah dana yang masuk dan terserap. Jelas jika hal ini terjadi akan memberikan suntikan positif bagi mata uang Garuda.

Kamis (30/6), posisi mata uang rupiah siang ini sedikit melemah dari level penutupan kemarin. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.35 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,2% menjadi 13.187 per dollar AS. Kondisi serupa juga terjadi pada nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi JISDOR. Hari ini, kurs JISDOR rupiah melemah 0,1% menjadi 13.180 dari 13.166.

• Reny Eka Putri, analis Pasar Uang Bank Mandiri, mengatakan, pasca-disahkannya UU Tax Amnesty dan APBN-P 2016, pelaku pasar lebih optimistis dengan prospek ekonomi Indonesia. “Di saat bersamaan, dari eksternal sepi katalis baru,” kata Reny.

Sore, rupiah gagal pertahankan penguatannya yang sudah berlangsung dua hari terakhir. Aksi teknikal jadi penyebab terkikisnya nilai tukar rupiah hari ini. Di pasar spot, posisi rupiah tergerus 0,40% ke level Rp 13.210 per dollar AS dibandingkan dengan hari sebelumnya. Adapun di kurs tengah Bank Indonesia, mata uang rupiah tergelincir 0,10% di level Rp 13.180 per dollar AS.

• Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan, pelemahan kali ini merupakan penyesuaian posisi yang wajar. Meski melemah, pergerakan rupiah terhitung stabil dan masih dalam rentang yang wajar. “Masih dari tekanan teknikal saja akibat profit taking,” tutur Rully. Karena nyaris tidak ada faktor fundamental yang menyudutkan posisi rupiah untuk saat ini. Pertama, dari sisi eksternal, keadaan yang lebih tenang pasca-meredanya kekhawatiran Brexit sebenarnya positif bagi rupiah.

Jumat (1/7), menjelang libur panjang Lebaran, nilai tukar rupiah semakin perkasa. Pagi ini, berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.55 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot berada di level Rp 13.153 per dollar AS. Dengan demikian, mata uang garuda menguat 0,4% dari level penutupan kemarin di Rp 13.210 per dollar AS. Meski tipis, penguatan juga nilai tukar rupiah terjadi pada kurs JISDOR sebesar 0,06% menjadi 13.172 per dollar AS.

• Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menilai, posisi rupiah saat ini sedang prima. Dukungan terbesar datang dari sektor fundamental dalam negeri. “Arus dana asing yang positif hingga disahkannya UU Tax Amnesty menjadi suntikan kepercayaan pasar,” jelas Rully.  Faktor domestik memberikan kekuatan bagi rupiah untuk bertahan. Di sisi lain, tekanan eksternal akibat hasil referendum Brexit tak sedahsyat perkiraan.

Sore,  di pasar spot nilai tukar rupiah menguat 0,72% dari hari sebelumnya ke level Rp 13.115 per dollar AS. Dalam sepekan terakhir, kurs rupiah pun tercatat melambung 2%. Senada, kurs tengah Bank Indonesia juga mencatat, penguatan harian rupiah sebesar 0,06% ke level Rp 13.172 per dollar AS pada Jumat. Adapun, sepekan rupiah terapresiasi 0,93%.

• Resti Afiadinie, Analis Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk, mengatakan, penguatan rupiah pada akhir pekan ini didorong data laju inflasi bulan Juni yang tercatat 0,66%. “Inflasi bulan Juni naik tipis dari bulan Mei sebesar 0,24% tetapi masih sesuai dengan target BI,” ujarnya.
Emas

Emas Antam pekan ini mengalami kenaikan Rp 16.000, namun mengalami penurunan sebesar Rp 14.000. Alhasil harga satu gram emas Antam ditutup pada level Rp 599.000 hanya naik Rp 2.000 dibandingkan dengan penutup pekan lalu yang di level Rp 597.000. Berikut pergerakan harga emas Antam selama sepekan.

Senin (27/6), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam hari ini berada di level Rp 610.000. Angka ini naik Rp 13.000 dari posisi harga Junat (24/6).

Selasa (28/6), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam berada di posisi Rp 608.000. Angka ini turun Rp 2.000 dari posisi harga Senin (27/6).

Rabu (29/6), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 600.000. Angka ini turun Rp 8.000 dari posisi harga Selasa (28/6).

Kamis (30/6), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam berada di posisi Rp 596.000. Angka ini turun Rp 4.000 dari posisi harga Rabu (29/6).

Jumat (1/7), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam berada di posisi Rp 599.000. Angka ini naik Rp 3.000 dari posisi harga Kamis (30/6).

Source : kontan.co.id