KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dari level tertinggi sepanjang masa. Rabu (29/11), IHSG mengakhiri perdagangan dengan penurunan 9,35 poin atau 0,15% ke level 6.061,37.

Di tengah penurunan, masih ada empat sektor yang menguat, dengan kenaikan tebal pada sektor pertambangan 1,64% dan sektor industri dasar 1,12%. Dua sektor lain yang juga menguat adalah sektor perdagangan 0,77% dan sektor konstruksi 0,07%.

Sedangkan penurunan terbesar tampak pada sektor barang konsumer yang terperosok 0,74%. Sektor keuangan terkoreksi 0,69%. Sektor perkebunan turun 0,50%. Sektor aneka industri turun 0,30% dan sektor manufaktur tergerus 0,29%. Sektor infrastruktur turun tipis 0,06%.

Total volume perdagangan bursa hari ini mencapai Rp 14,60 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 15,28 triliun. Lonjakan nilai dan volume transaksi ini disebabkan oleh transaksi saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) di pasar negosiasi sebesar Rp 6,5 triliun.

Sebanyak 152 saham menguat, 154 saham melemah, dan 135 saham bergerak mendatar. Pada indeks LQ45, tiga top losers terdiri dari:
– PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -2,99%
– PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) -2,40%
– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -2,37%

Sedangkan jajaran saham-saham top gainers hari ini terdiri dari:
– PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 5,52%
– PT XL Axiata Tbk (EXCL) 5,03%
– PT United Tractors Tbk (UNTR) 4,63%

Investor asing mencatat penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan penjualan bersih di seluruh pasar mencapai Rp 7,06 triliun. Crossing saham TOWR senilai Rp 6,5 triliun pun memuncaki penjualan bersih saham oleh asing hari ini.

Selain saham TOWR, penjualan bersih pun tampak pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 340,1 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 220 miliar, dan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) Rp 147,5 miliar.

Pembelian bersih asing masih tampak pada saham-saham PT MNC Land Tbk (KPIG) Rp 460,6 miliar, PT MNC Investama Tbk (BHIT) Rp 204 miliar, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 52,3 miliar.

Source : kontan.co.id