Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh ke zona merah di akhir perdagangan gara-gara aksi jual. Indeks nyaris tinggalkan level 4.900.

Menutup perdagangan, Rabu (1/7/2015), IHSG menipis 6,595 poin (0,13%) ke level 4.904,063. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,719 poin (0,20%) ke level 837,423.

Semalam Wall Street tetap ditutup positif. Tidak ada pengaruh dari krisis utang yang membuat Yunani bangkrut. Sampai saat ini belum ada kejelasan soal penyelesaian krisis tersebut.

Indeks Dow Jones naik 138,4 poin (0,79%) ke 17.757,91. Indeks S&P 500 naik 14,31 poin (0,69%) ke 2.077,42. Indeks Nasdaq naik 26,26 poin (0,53%) ke 5.013,12.

Hari ini IHSG diperkirakan IHSG masih bisa bertahan di zona hijau dengan poin yang terbatas. Sentimen dari data ekonomi RI yang meleset dari target masih membayangi pelaku pasar.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menanjak 227,69 poin (1,12%) ke level 20.557,01.
  • Indeks Hang Seng melonjak 283,05 poin (1,09%) ke level 26.250,03.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,64 poin (0,16%) ke level 4.060,34.
  • Indeks Straits Times menguat 11,77 poin (0,35%) ke level 3.342,91.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini.
First Asia Capital
IHSG pada perdagangan awal Juli bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Hampir sepanjang perdagangan bergerak di teritori positif, terimbas sentimen positif pasar emerging market kawasan Asia, namun gagal ditutup menguat. IHSG akhirnya ditutup terkoreksi tipis 6,6 poin (0,1%) di 4904,063. Perdagangan berlangsung kurang bergairah dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya Rp3 triliun dan pemodal asing masih melakukan penjualan bersih Rp211,43 miliar. Data inflasi Juni yang mencapai 0,54% secara bulanan dan 7,26% secara tahunan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,5% (mom) dan 7,15% (yoy) membuat pasar kurang nyaman memegang aset beresiko dalam rupiah. Inflasi Juli diperkirakan akan lebih tinggi karena masih terpengaruh dengan momentum Idul Fitri.