PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa saham di Asia bangkit kembali dari kejatuhannya di 20 bulan terakhir, menguat pada perdagangan Rabu pagi (31/10). Berkat kenaikan harga saham di Wall Street pada perdagangan kemarin, investor mulai kembali mengoleksi saham di Asia meski tetap khawatir dengan arus dana keluar dari bursa saham.

Berbagai faktor, mulai dari ketegangan hubungan dagang AS-China, kinerja keuangan korporasi, hingga tren pengetatan ekonomi di negara maju, telah menularkan volatilitas di pasar finansial beberapa pekan terakhir.

Meskipun bursa di Asia pagi ini menghijau, penguatan ini disebut masih rentan terkoreksi.

Harga saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat bertambah 0,05%. Tapi, indikator ini masih tercatat jatuh 11% di bulan Oktober. Senin lalu, indeks ini jatuh ke level terendah sejak Februari 2017 terpukul oleh kekhawatiran akan kinerja emiten bursa di Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg pukul 8:36, Indeks Topix dan Nikkei 225 menguat 1,3% dan 1,41%. Indeks Hang Seng di Hong Kong melaju 0,96%.

Indeks Kospi di Korea Selatan bertambah 0,14%. Sedangkan Indeks ASX 200 di Australia naik 0,2%.

“Penurunan saham akhir-akhir ini sudah cukup dalam sehingga mengundang pembelian, salah satunya di pasar saham Jepang,” kata Masahiro Ichikawa, senior strategist Sumitomo Mitsui Asset Management di Tokyo, seperti dikutip Reuters.

Tapi, dia mengingatkan, outlook pasar masih mendung, sementara isu perang dagang AS-China akan membayangi seiring dengan pemilu midterm AS.

Indeks MSCI dunia mencatat, acuan ini sudah kehilangan 8,5% sepanjang Oktober. Dana yang menguap dari bursa saham global mencapai US$ 4,5 triliun hanya dalam satu bulan, menurut analisis Kyle Rodda di IG, Melbourne.

Source : kontan.co.id