PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak masih terkoreksi setelah turun hingga 1,64% pada perdagangan kemarin. Kamis (6/9) pukul 7.21 WIB, harga untuk minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2018 di New York Mercantile Exchange turun ke US$ 68,54 per barel.

Harga dari minyak acuan Amerika Serikat (AS) ini turun 0,38% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin. Padahal, harga minyak mentah ini kemarin sudah koreksi lebih dari 1%. Dalam dua hari, harga minyak WTI turun 1,99%.

Sejalan, harga untuk minyak brent untuk pengiriman November 2018 di ICE Futures turun ke US$ 77,04 per barel pada pagi ini. Harga minyak acuan internasional ini turun 0,30% dari penutupan kemarin. Pada perdagangan Rabu, harga minyak brent turun 1,15%.

Penurunan harga yang tajam ini terjadi setelah badai tropis Gordon mereda. Para operator minyak di Teluk Meksiko kembali melanjutkan aktivitas.

“Kenaikan harga minyak pada awal pekan merupakan antisipasi badai seandainya bisa merusak fasilitas produksi,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates kepada Reuters.

Harga untuk minyak juga melemah akibat perang dagang AS-China yang terus berlangsung. AS kemungkinan akan menerapkan tarif tinggi atas impor US$ 200 miliar produk dari China setelah periode masukan publik berakhir pada hari ini.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan perselisihan perdagangan global bisa menekan permintaan energi di masa mendatang. Tak cuma perang dagang, krisis finansial di Turki bisa melebar ke negara-negara emerging market lain dan menahan permintaan minyak.

Harga minyak masih cenderung turun hingga pertengahan pekan ini. Rabu (15/8) pukul 7.10 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2018 di New York Mercantile Exchange turun ke US$ 66,68 per barel.

Harga minyak ini turun 0,54% ketimbang harga penutupan kemarin pada US$ 67,04 per barel. Ini adalah penurunan harga dalam tiga hari berturut-turut. Dalam sepekan, harga minyak pun masih turun 0,39%

Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2018 di ICE Futures pun turun 0,37% ke US$ 72,19 per barel ketimbang harga penutupan kemarin. Sepekan, harga dari minyak acuan internasional ini turun tipis 0,12%.

Data asosiasi minyak, American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) pekan lalu naik 3,7 juta barel. Angka ini jauh melampaui prediksi pasar yang meramalkan penurunan stok hingga 2,5 juta barel.

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) pun masih menjadi penghambat kenaikan harga untuk minyak. “Ketika dollar mencatat level tertinggi, mungkin menjadi tanda-tanda bahwa pasar masih khawatir akan situasi Turki,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group kepada Reuters.

Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates mengatakan, pasar saham dan dollar AS menyajikan sinyal utama perkembangan krisis ekonomi Turki. “Meski lira mencatat rebound, posisi perdagangan antara Turki dan AS belum menunjukkan kemajuan,” kata dia.

Dari sisi permintaan dan pasokan minyak, OPEC memperkirakan pasokan di luar organisasi pengekspor ini naik sebesar 2,13 juta barel per hari di tahun depan. Angka ini lebih tinggi 30.000 barel per hari daripada prediksi bulan lalu.

Source : kontan.co.id