PT KONTAK PERKASA – Harga minyak mentah dunia merosot ke bawah US$ 52 per barel pada Senin (1/5). Harga tertekan karena berlimpahnya pasokan yang tak kunjung menipis, seiring dengan kekhawatiran pasar mengenai ekonomi China.

Harga acuan minyak Brent untuk pengiriman Juli merosot 33 sen menjadi US$ 51,72 per barel. Sedangkan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni merosot 27 sen menjadi US4 49,06 per barel.

Perusahaan drilling minyak raksasa Baker Hughes pada Jumat menyebutkan menambah sembilan rig dalam waktu satu minggu hingga 28 April lalu, yang menunjukkan AS tetap akan menggenjot produksi minyak mentah.

Harga minyak mentah juga turun terseret kekhawatiran pasar akan pelambatan manufaktur China, negara konsumen minyak terbesar dunia.

Minggu (30/4), pemerintah setempat mengumumkan indeks manufaktur Purchiasing Managers’ Index (PMI) China bulan April turun ke level terendah enam bulan terakhir menjadi 51,2. Padahal, pada Maret di posisi 51,8.

Indeks PMI di atas 50 menunjukkan manufaktur negara tersebut berekspansi, sedangkan di bawah batas tersebut menunjukkan pabrik-pabrik mengalami kontraksi atau pengurangan.

Kekhawatiran pasar mengenai pasokan berlimpah dan China menutup sentimen positif dari negara OPEC yang berupaya menekan harga minyak dengan mengurangi produksi sebesar 1,8 juta barel per hari hingga Juni mendatang untuk mengerek harga.

Negara OPEC dan produsen minyak lainnya akan bertemu pada 25 Mei mendatang untuk membicarakan peluang perpanjangan masa pemangkasan produksi tersebut. Menteri Minyak Iran pada Sabtu (29/4) mengatakan, OPEC dan negara penghasil minyak lainnya memberi sinyal positif untuk memperpanjang masa pemangkasan minyak.

Source : kontan.co.id