PT KONTAKPERKASA FUTURES – Harga minyak mentah menguat di awal perdagangan sesi Asia pada hari ini. Keperkasaan didukung oleh prospek cerah untuk pertumbuhan permintaan bahan bakar di kuartal berikutnya, sementara investor menunggu pertemuan OPEC+ yang berlangsung minggu ini guna mencari panduan pasokan.

Senin (31/5) pukul 08.00 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2021 naik 7 sen, atau 0,1% menjadi US$ 68,79 per barel, setelah menetap di level tertinggi dalam dua tahun pada hari Jumat.

Serupa, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Juli 2021 berada di level US$ 66,45 per barel, naik 13 sen, atau 0,2%.

Kedua kontrak berada di jalur untuk kenaikan bulanan kedua karena analis memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak melebihi pasokan meskipun kemungkinan ekspor minyak mentah dan kondensat Iran kembali membanjiri pasar.

Iran telah melakukan pembicaraan dengan negara-negara adikuasa sejak April guna mengerjakan langkah-langkah yang harus diambil mengenai sanksi dan kegiatan nuklir dapat dikenbalikan pada kepatuhan penuh dari pakta nuklir 2015.

PT KP Press – “Kami melihat permintaan melebihi pasokan, masing-masing 650.000 barel per hari dan 950.000 barel per hari untuk kuartal ketiga dan kuartal keempat,” kata analis ANZ, menambahkan bahwa ini termasuk peningkatan 500.000 barel per hari dalam produksi Iran.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, atau yang dikenal dengan OPEC+ akan bertemu pada hari Selasa.

OPEC+ diperkirakan akan tetap berada di jalur rencananya untuk secara bertahap mengurangi pengurangan pasokan hingga Juli mendatang.

Secara terpisah, berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), produksi minyak mentah di Amerika Serikat melonjak 14,3% pada bulan Maret. Sementara itu, data Baker Hughes menunjukkan rig minyak dan gas naik untuk 10 bulan berturut-turut minggu lalu.

 

Sumber : kontan.co.id