KontakPerkasa Futures – Minyak memperpanjang kerugiannya dari level terendahnya dalam satu pekan terakhir pasca negosiator mengisyaratkan mereka telah mencapai konsensus tentang unsur-unsur utama dari kesepakatan nuklir dengan Iran yang dapat memungkinkan anggota OPEC untuk meningkatkan ekspor minyak mentah.

Minyak berjangka turun sebanyak 1 persen di New York, pasca mencatat pernurunan kuartalan penurunan sejak tahun 2003 lalu pada hari Selasa. Kerangka kesepakatan yang mungkin mulai sedang disusun kemudian pada hari Rabu, para menteri luar negeri dari Rusia dan Iran mengatakan, sehari setelah perundingan seharusnya berakhir dengan kesepakatan garis besar. Stok minyak mentah AS mungkin kembali meningkat dari rekor tertingginya pekan lalu, menurut data yang diproyeksi pemerintah.

Para diplomat berusaha untuk mencapai kesepakatan yang akan membatasi program nuklir Iran dalam pertukaran untuk mencabut sanksi terhadap negara Teluk Persia tersebut, yang diikat dengan Kuwait sebagai produsen OPEC terbesar ketiga bulan lalu. Produsen minyak republik Islam dapat meningkatkan pengiriman minyak sebesar 1 juta barel per hari jika sanksi telah dicabut, Menteri Perminyakan Bijan Namdar Zanganeh mengatakan 16 Maret lalu.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun sebanyak 48 sen ke level $47,12 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan ditransaksikan di level $47,17 pada 12:04 siang waktu Sydney. Kontrak WTI jatuh sebesar $1,08 ke level $47,60 pada hari Selasa, penutupan terendah sejak 24 Maret lalu dan mencatat penurunan sebesar 10,6 persen selama kuartal pertama tahun ini. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 62 persen di bawah moving average 100-hari. (izr)

Sumber: Bloomberg