Harga minyak global dunia diperdagangkan menurun di Senin (22/8) pagi. Data dari CNBC menunjukkan, pada pukul 07.27 waktu Hong Kong setempat, harga kontrak minyak Brent diperdagangkan pada posisi US$ 50,43 per barel, turun 45 sen atau 0,88%.

Sementara itu harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 27 sen atau 0,56% menjadi US$ 48,25 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – Pelemahan harga minyak terjadi seiring keraguan analis akan perundingan negara-negara produsen minyak secara informal bulan depan akan mampu mengatasi persoalan suplai minyak dunia yang saat ini masih berlimpah.

Harga Minyak Global. Bahkan, terdapat analis yang meramal, harga minyak Brent dapat kembali tertekan ke bawah US$ 50 per barel sebab kenaikan minyak di sepanjang Agustus sudah terlampau tinggi hingga mencapai 20%.

Analis menjelaskan, dengan tidak adanya pengetatan suplai minyak secara fundamental, harga minyak dapat kembali tertekan dalam waktu dekat.

“Posisi data memastikan pandangan kami bahwa rebound harga minyak lebih disebabkan faktor teknikal dan orientasi positioning dibanding fundamental. Dari fakta terlihat, pembeli baru banyak yang tidak hadir dalam beberapa bulan terakhir,” jelas tim riset Morgan Stanley.

Terkait dengan diadakannya pertemuan informal para produsen minyak, peneliti Morgan Stanley melihat mereka akan sulit mencapai kata sepakat. Karena, banyak sekali hambatan dan tantangan logistik yang dihadapi.

Untuk tambahan informasi, anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) serta produsen minyak lainnya seperti Rusia, berencana menggelar pertemuan informal pada September mendatang. Dengan agenda pertemuan untuk mendiskusikan pembekuan produksi minyak dan bahkan pemangkasan produksi untuk mencegah oversuplai minyak dunia.

Source : kontan.co.id