PT KONTAK PERKASA FUTURES –¬†Harga minyak naik tipis pada Senin, didukung oleh penguatan pasar saham dan berita bahwa Amerika Serikat-Meksiko setuju merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Minyak mentah Brent naik 39 sen (0,5%) sebelum menetap di US$ 76,21 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 15 sen (0,2%) menjadi ditutup pada US$ 68,87 per barel.

Pekan lalu WTI membukukan kenaikan mingguan 4,3% sementara Brent menandai kenaikan mingguan 5,6%.

Pedagang mengatakan, harga turun setelah firma intelijen pasar Genscape melaporkan bahwa persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman untuk WTI naik sekitar 764.800 barel dari 21 Agustus hingga Jumat.

Amerika Serikat dan Meksiko sepakat pada hari Senin untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), menekan Kanada untuk menyetujui ketentuan baru tentang perdagangan mobil dan aturan penyelesaian perselisihan untuk tetap menjadi bagian dari perjanjian tiga negara.

“Kesepakatan perdagangan dengan Meksiko jelas mendukung,” kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago. “Membuka hambatan perdagangan itu meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan ekspektasi permintaan minyak.”

Kekhawatiran bahwa negara-negara akan gagal untuk mencapai kesepakatan perdagangan bilateral telah membebani pasar minyak pada hari Jumat. Minyak mentah turun dari level tertinggi hari itu di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi dan permintaan akan tertahan karena negara-negara itu mengalami negosiasi perintang jalan.

Pasar saham AS rally, dengan patokan S & P 500 dan Nasdaq mencapai tertinggi sepanjang masa, menarik harga minyak naik. Pasar saham dan pasar berjangka minyak terkadang saling berdekatan.

Harga telah didukung dalam beberapa pekan terakhir oleh pandangan bahwa pasar minyak akan mengetat ketika sanksi AS juga menargetkan anggota OPEC untuk memukul ekspor minyak Iran pada November.

“Sementara masalah sanksi Iran tentu bukan berita baru, saran dari Gedung Putih bahwa keringanan akan dibatasi muncul untuk menambah kenaikan harga pekan lalu,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, mengatakan dalam sebuah catatan.

Dalam panggilan telepon ke Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran ingin Eropa memberikan jaminan saluran perbankan dan penjualan minyak serta di bidang asuransi dan transportasi, menurut kantor berita Iran IRNA yang dikelola negara.

Source : kontan.co.id