KONTAK PERKASA FUTURES – Harga kontrak minyak dunia melonjak pada tiga hari berturut-turut hari Rabu (8/6). Di penutupan malam sebelumnya, harga minyak ditutup pada harga tertingginya di tahun 2016.

Melihat data yang dikumpulkan CNBC, harga kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 87 sen atau 1,7% menjadi US$ 51,23 per barel.

Sementara itu harga kontrak minyak Brent naik US$ 1,07 atau 2,1% menjadi US$ 52,50 per barel.

Melonjaknya harga minyak terjadi berbarengan dengan penurunan suplai minyak dunia yang diakibatkan sabotase fasilitas minyak di Nigeria. Kelompok militan Niger Delta Avengers menyampaikan, pihaknya telah meledakkan fasilitas minyak Chevron di Nigeria dan menolak perundingan damai dengan pemerintah.

Kelompok militan ini telah menyebabkan produksi minyak di Nigeria ke level terendahnya dalam 20 tahun terakhir.

Sementara itu, persediaan minyak AS pun turun pada tiga minggu berturut-turut pada pekan yang berakhir 3 Juni lalu. Terdaftar, persediaan minyak AS tergerus 3,2 juta barel. Sedangkan, analis memperkirakan penurunannya hanya sebanyak 2,7 juta barel.

walau demikian, persediaan bensin mengalami kenaikan sebesar 1 juta barel. Sementara minyak distillates termasuk diesel dan minyak mendidih, naik 1,8 juta barel.

Berdasarkan perkataan Troy Vincent, analis perminyakan ClipperData yang berbasis di New York, hal ini menunjukkan sentimen dimana permintaan bensin akan terus menurun atau kelebihan pasokan minyak akan terefleksi pada kelebihan pasokan bensin.

Sedangkan, Tariq Zahir, managing partner Tyche Capital Advisors di New York menilai, bertambahnya cadangan bensin cukup mengejutkan. “Apalagi saat ini menjelang musim berkendara,” katanya.

Source : kontan.co.id