Harga minyak mentah terjun ke level US$47 per barel setelah Royal Dutch Shell Plc mengumumkan produksi tidak terpengaruh oleh kemungkinan badai di Teluk Meksiko.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober mengalami penurunan 49 sen atau setara 1,03% ke level $ 47,15 per barel pada New York Mercantile Exchange pada jam 06.48 WIB. WTI sebelumnya ditutup menguat 31 sen menjadi berada di level US$47,64 per barel pada Jumat (26/8/2016)

KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara itu, Brent untuk pengiriman bulan Oktober turun 46 sen, atau setara 0,92%, ke US$49,46 di ICE Futures Europe exchange yang berlokasi di London. Kontrak ini naik 25 sen menjadi US$49,92 pada hari Jumat.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Pusat Topan Nasional AS menyatakan sebuah depresi tropis yang berada di dekat Florida diperkirakan menjadi badai akan terjadi pada hari Senin yang akan bergerak ke arah Teluk Meksiko,.

Pada perdagangan minggu lalu, harga minyak mentah berakhir menguat setelah investor mempelajari isi dari pidato Gubernur Federal Reserve yaitu Janet Yellen di Jackson Hole terkait rencana akan meningkatnya suku bunga.

“Harga bangkit kembali sesudah Yellen mulai berbicara,” ujar Thomas Finlon selaku Direktur Energy Analytics Group LLC seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (27/8/2016).

Seperti diketahui, pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve yaitu Jannet Yellen dalam simposium Fed yang bertempat di Jackson Hole, Wyoming, terkait kebijakan moneter pada sisa tahun ini.

Dilansir dari Bloomberg, Yellen meningkatkan akan kemungkinan bahwa pembuat kebijakan di masa depan bisa menaikkan target inflasi serta memperluas jenis aset mereka yang bisa dibeli untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam rangka melawan resesi yang parah.

Source : bisnis.com