PT KONTAK PERKASA Harga emas spot masih menguat tipis setelah rontok pada perdagangan kemarin. Selasa (20/8) pukul 10.40 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.496,05 per ons troi. Harga emas ini naik ketimbang penutupan kemarin pada Rp 1.495,92.

Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange turun ke US$ 1.506,20 per ons troi dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.511,60 per ons troi.

Sentimen pasar emas masih positif karena yield surat utang Amerika Serikat (AS) cenderung tertekan. Kurva imbal hasil juga tidak menunjukkan kondisi terbalik yang mengindikasikan resesi.

Pasar emas pekan ini akan menunggu rilis notulen rapat besok. Pasar juga fokus pada simposium Jackson Hole dan KTT G7 di akhir pekan ini. Para trader melihat 86% peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis point pada bulan depan meski sebelumnya Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pemangkasan Agustus lalu bukan merupakan kembalinya tren suku bunga murah.

Di sisi lain, pagi ini indeks dolar melemah tipis ke 98,31 dari penutupan kemarin pada 98,35. Pelemahan indeks dolar akan menyebabkan harga emas kembali menguat.

 Harga emas kembali memancarkan kilau. Rabu (21/8) pukul 7.49 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange naik ke US$ 1.516,40 per ons troi.

Harga emas ini naik 0,05% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.515,70 per ons troi. Harga emas berjangka ini naik dalam dua hari terakhir.

Sementara harga emas spot pagi ini justru turun tipis dari harga penutupan kemarin. Tapi, harga emas spot sudah naik lagi ke atas level US$ 1.500 per ons troi sejak kemarin.

Pagi ini, emas spot berada di harga US$ 1.505,96 per ons troi, turun dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.507,20 per ons troi. Kemarin, harga emas spot sudah naik 0,75% setelah turun ke bawah US$ 1.500 per ons troi di awal pekan.

“Ketika harga turun, investor buy on dips menjelang rilis notulen rapat Federal Open Market Committee dan kabar baru dari Jackson Hole,” kata Bob Habekorn, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters.

Setelah rencana stimulus China dan Jerman yang diungkapkan di akhir pekan dan awal pekan lalu, investor menunggu pergerakan serupa dari bank sentral AS. “Jika The Fed membicarakan pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, harga emas akan kembali naik. Tapi jika bank sentral mengatakan wait and see, emas mungkin akan terkena aksi jual,” kata Habekorn.

Suku bunga yang lebih rendah akan menekan nilai tukar dolar dan yield obligasi negara AS sehingga menaikkan pamor emas.

Source : kontan.co.id