PT KONTAK PERKASA FUTURES –¬†Harga emas melanjutkan penurunan yang terjadi kemarin. Kamis (27/6) pukul 7.41 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.412,30 per ons troi. Harga emas ini turun 0,22% dari posisi kemarin.

Dalam dua hari perdagangan terakhir, harga emas turun 0,45% dari US$ 1.418,70 yang merupakan harga tertinggi kontrak emas berjangka ini.

Pagi ini, harga untuk emas spot naik tipis ke US$ 1.409,19 dari posisi kemarin US$ 1.409 per ons troi. Harga emas spot pun turun dari level tertinggi dalam enam tahun terakhir yang tercapai Selasa (25/6) lalu pada US$ 1.423,44 per ons troi.

“Aksi jual terjadi karena dalam beberapa pekan ini harga emas melonjak tinggi. Investor mencari alasan untuk mengambil jeda dan memanfaatkan volatilitas,” kata Michael Matousek, head trader US Global Investors kepada Reuters.

Pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang mengungkapkan bahwa bank sentral independen dari pengaruh politik jangka pendek serta Presiden The Fed St. Louis James Bullard bahwa penurunan suku bunga bank sentral tidak akan agresif, menjadi alasan koreksi harga emas sejak kemarin.

Harga emas diperkirakan masih akan bertahan di atas US$ 1.400 per ons troi karena banyaknya ketidakpastian global. “Harga akan bertahan dan bisa naik lagi, kecuali ada resolusi masalah perdagangan AS-China,” ungkap seorang analis kepada Reuters.

Kenaikan harga emas dalam empat hari perdagangan terakhir tampaknya mulai menunjukkan jenuh beli. Rabu (26/6) pukul 7.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange menguat tipis ke US$ 1.419 per ons troi dari harga kemarin pada US$ 1.418,70 per ons troi.

Sedangkan harga emas spot hari ini menurun 0,64% ke US$ 1.414,30 per ons troi dari harga puncak enam tahun terakhir yang tercapai kemarin pada US$ 1.423,44 per ons troi.

Lonjakan harga produk emas dalam empat hari perdagangan terakhir akhirnya menemui jeda setelah pasar menimbang penyataan Federal Reserve soal pemangkasan suku bunga. Kemarin, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS terlepas dari tekanan politik jangka pendek. Dia mengungkapkan bahwa bank sentral masih menghitung apakah perlu menurunkan suku bunga di tengah perlambatan seperti tuntutan Presiden Donald Trump selama ini.

“Pasar ingin mendengar bahwa The Fed teguh pada posisinya bahwa kebijakan moneter sesuai dengan jalur yang benar, bukan untuk menyetujui pemerintah,” kata Quincy Krosby, chief market strategist Prudential Financial kepada Reuters.

Indeks dollar hari ini pun menguat lagi ke 96,26. Ini adalah kenaikan hari kedua setelah berada di bawah level 96 di awal pekan.

Selasa pagi dalam wawancara dengan Bloomberg, Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan bahwa situasi ekonomi AS tidak cukup jelek untuk menurunkan suku bunga acuan hingga 50 basis point pada Juli mendatang. “Jika situasi memerlukan, saya mendukung penurunan 25 basis point,” kata Bullard.

Art Hogan, chief market strategist National Securities mengatakan bahwa semua pihak merasa rapat The Fed sangat dovish sehingga penurunan bisa terjadi di bulan Juli. “Pada kenyataannya tidak,” ujar dia.

Source : kontan.co.id