PT KONTAK PERKASA – Setelah menguat dalam delapan hari perdagangan berturut-turut, harga emas hari ini terkoreksi. Senin (10/6) pukul 7.57 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange turun 0,42% ke US$ 1.340,50 per ons troi.

Harga emas menguat dalam delapan hari perdagangan berturut-turut hingga US$ 1.346,10 per ons troi hingga Jumat (7/6) lalu. Dalam delapan hari, harga emas mengakumulasi kenaikan 4,96% dari sebelumnya US$ 1.282,50 per ons troi pada Selasa (28/5).

Reli kenaikan harga emas terjadi akibat spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga. Pemicunya adalah perlambatan ekonomi global dan data tenaga kerja yang lebih rendah daripada prediksi pasar.

“Dalam jangka panjang, emas berpeluang mempertahankan kondisi bullish akibat prediksi perubahan kebijakan The Fed. Sinyal dovish The Fed jelas akan mendorong kenaikan harga emas dan melemahkan dollar,” kata Benjamin Lu, analis Phillip Futures kepada Reuters.

Lu mengatakan bahwa reli harga untuk emas ini menyebabkan sejumlah investor mengambil untung.

Di sisi lain, harga produk emas yang makin tinggi menyebabkan permintaan emas fisik tertahan. “Konsumen sedang menimbang kenaikan mendadak harga dari emas,” kata diler emas di Ahmedabad kepada Reuters.

Bahkan, diler emas di India menawarkan diskon di tengah kenaikan harga. “Permintaan ritel cenderung lemah pada bulan Juni dan Juli, sehingga trader tidak terlalu khawatir,” imbuh diler tersebut.

Harga untuk emas kembali terkerek seiring meningkatnya tensi perang dagang global. Senin (3/6) pukul 11.00 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.316,80 per ons troi, naik 0,43% dibanding akhir pekan lalu yang ada di level US$ 1.311,10 per ons troi.

Kenaikan harga emas terdorong aksi investor yang beralih ke investasi safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman akan mengenakan tarif impor bagi barang-barang dari Meksiko yang memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

“Orang-orang yang melakukan trading ketakutan saat ini dan berlari ke emas,” ujar Michael Matousek, head trader di US Global Investors seperti dikutip Reuters.

Ia menekankan, investor tak yakin dengan apa yang direncanakan Trump.

“Itu memberitahu Anda bahwa Anda harus memiliki alokasi emas yang lebih tinggi dalam portofolio Anda.”

Matousek memperkirakan emas kemungkinan akan bertahan di area US$ 1,300 selama aksi jual saham berlanjut.

Source : kontan.co.id