PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas terkoreksi pada pembukaan perdagangan Selasa (8/8). Pada pukul 7.16 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange turun ke level US$ 1.263,60 per ons troi.

Kemarin, harga emas naik tipis ke level US$ 1.264,70 per ons troi. Kepemilikan emas pada SPDR Gold Shares yang merupakan ETF terbesar berbasis emas, turun ke level terendah sejak Maret 2016 di tengah spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Kepemilikan emas turun menjadi 787,14 metrik ton pada Jumat lalu. Ini adalah penurunan mingguan dalam lima pekan berturut-turut. “The Fed mungkin melihat data kenaikan tenaga kerja dan penurunan tingkat pengangguran sebagai alasan yang baik untuk menormalisasi kebijakan moneter,” ungkap analis Commerzbank seperti dikutip Bloomberg.

Harga minyak melanjutkan penurunan hari sebelumnya. Pada Selasa (8/8) pukul 7.24 WIB, harga minyak west texas intermediate untuk pengiriman September 2017 turun 0,16% ke level US$ 49,31 per barel ketimbang hari sebelumnya. Kemarin, harga minyak WTI ini pun turun tipis 0,38%.

Sejalan, harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2017 di ICE Futures pun turun 0,29% ke level US% 52,22 per barel. Kemarin, harga minyak ini terkoreksi tipis 0,09% ketimbang posisi akhir pekan lalu.

Harga minyak masih mendapatkan sentimen negatif dari peningkatan produksi OPEC dan Amerika Serikat (AS). Produksi minyak Libya pada lapangan Sharara kembali ke level normal. Lapangan minyak ini mendorong kenaikan produksi Libya menjadi lebih dari 1 juta barel per hari pada akhir Juni lalu.

Pertemuan OPEC dan non OPEC yang berlangsung kemarin hingga hari ini mendiskusikan cara untuk meningkatkan kepatuhan anggota atas rencana pemangkasan produksi 1,8 juta barel per hari. Berdasarkan data Thomson Reuters Oil Research pekan lalu, ekspor minyak mentah OPEC bulan Juli naik ke rekor tertinggi, 26,11 juta barel per hari.

Sebagian besar kenaikan berasal dari Nigeria. “Pasar bensin mengarah ke harga rendah karena pertemuan OPEC di Abu Dhabi kurang meyakinkan pasar bahwa pemangkasan produksi akan membaik,” kata Tim Evans, energy futures specialist Citi Futures dalam catatan yang dikutip CNBC.

Produksi minyak minggua AS mencapai 9,43 juta barel per hari hingga 28 Juli lalu. Ini adalah level tertinggi sejak Agustus 2015.

Source : kontan.co.id