PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas berjangka turun di pasar Amerika Serikat, Rabu (15/11). Stabilnya dollar yang didukung data makroekonomi, telah mengurangi permintaan logam mulia.

Mengutip Bloomberg, harga emas pengiriman Desember 2017 di Comex-AS ditutup turun 0,41% menjadi US$ 1.277,70 per ons troi. Meski demikian, di pasar Asia, Kamis (16/11), kontrak yang sama bergerak naik ke US$ 1.278,60 per ons troi pukul 07.38 WIB.

Penurunan harga emas di pasar Amerika, semalam, dipicu prospek penguatan dollar AS. Indeks mata uang the greenback juga diperdagangkan stabil di kisaran 93,81. Penguatan dollar akan mengurangi minat investor yang menggunakan mata uang lainnya terhadap emas.

Data ekonomi negeri Paman Sam memang cukup solid, sehingga menyokong dollar AS. Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Oktober naik tipis 0,1%, setelah melonjak 0,5% pada September. Secara tahunan, IHK turun menjadi 2,0% dari 2,2% pada September. Angka ini masih sejalan dengan ekspektasi pasar, sehingga membuka peluang kenaikan suku bunga.

“Dengan tanda-tanda bahwa tekanan inflasi mulai meningkat lagi, kami pikir Fed perlu meningkatkan laju pengetatan tahun depan, kenaikan suku bunga bisa sebanyak empat kali pada 2018,” kata Ekonom Capital Economics Michael Pearce, seperti dilansir CNBC, Kamis.

Meski begitu, pasar keuangan diselimuti ketidakpastian mengenai prospek perubahan reformasi perpajakan AS. Sentimen ini menguntungkan emas, sebab investor akan mencari aset lain untuk menghindari risiko.

“Faktor terbesar saat ini yang menopang emas adalah melemahnya dollar. Juga ada spekulasi bahwa pemotongan pajak bisa berlangsung lama, yang berarti Fed tidak harus bersikap agresif seperti sebelumnya,” ujar Robin Bhar, Kepala riset logam di Societe Generale.

Secara teknikal, analis ScotiaMocatta menyebut, resistance harga emas berada pada moving average 50 di sekitar US$ 1.292 dan level Fibonacci di US$ 1.297,70.

Source : kontan.co.id