PT KP PRESS – Harga emas turun 2% pada hari Selasa (5/11/19). Penurunan harga si kuning seiring adanya ekspektasi bahwa Amerika Serikat akan menurunkan tarif impor China sehingga meredakan kekhawatiran akan resesi global.

KONTAK PERKASA FUTURES – Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot merosot 1,8% menjadi US$ 1.481,81 per troy ounce pada pukul 14.03 waktu New York. Adapun harga kontrak emas berjangka AS ditutup melorot 1,8% ke posisi US$ 1.483,70.

PT KONTAK PERKASA – “Faktor utama (untuk penurunan emas) adalah penarikan kembali kebijakan tarif impor China dan beberapa bagian dari kesepakatan perdagangan ‘fase satu’ mulai dijalankan,” kata Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Dia juga menambahkan, “Pasar saham global telah diperdagangkan secara signifikan lebih tinggi dalam beberapa sesi terakhir, ditambah dengan sedikit terobosan dalam tarif AS-China, memberikan tekanan pada aset yang aman saat ini.”

China berharap akan ada penghapusan tarif lebih banyak lagi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat pada bulan September sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan AS-China “fase satu”, yang dapat ditandatangani bulan ini oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Gencatan senjata dari perang dagang serta data ekonomi yang positif mendorong optimisme tentang prospek ekonomi global dan mendorong indeks dollar dan imbal hasil obligasi lebih tinggi.

The Greenback juga mendapat dorongan setelah rilis data non-manufaktur ISM AS yang lebih baik dari perkiraan untuk Oktober. Faktor ini lebih lanjut menekan harga emas.

Wyckoff juga menambahkan, “Sentimen risiko di seluruh dunia mulai menurun di tengah prediksi bahwa AS dan China sudah semakin dekat dengan kesepakatan perdagangan parsial.”

Penjualan emas Aneka Tambang (ANTM) melonjak 28% sampai Oktober

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pertumbuhan penjualan emas pada periode Januari hingga Oktober 2019. Emiten berkode saham ANTM ini menjual sebanyak 30,62 ton atau 96% dari target penjualan emas pada tahun ini.

Capaian tersebut melesat 28% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 23,99 ton. Direktur Niaga ANTM, Aprilandi Hidayat Setia menyampaikan capaian positif ini sejalan dengan strategi pengembangan pasar emas baik di domestik maupun ekspor serta inovasi produk Logam Mulia ANTM di tengah tran positif harga emas dunia.

Dia menambahkan, komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan Antam. Penjualan emas berkontribusi sebesar Rp 17,03 triliun atau 69% dari total penjualan bersih pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Lebih lanjut April menjelaskan capaian penjualan emas yang positif ini juga menjadi landasan bagi perusahaan untuk mencapai pertumbuhan kinerja penjualan yang positif pada tahun ini seiring dengan membaiknya harga emas dunia.

“Produk emas ANTM merupakan produk emas berstandar internasional dengan tingkat kemurnian 99,99%, ANTM melalui unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia merupakan satu-satunya pabrik pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang memiliki sertifikat London Bullion Market Association (LBMA),” kata April dalam keterangan tertulis, Selasa (5/11).

Selain itu, saat ini ANTM melalui unit bisnis pengolahan dan pemurnian Logam Mulia juga terus meluncurkan produk emas batangan, salah satunya commemorative gift series. “ANTM senantiasa melakukan inovasi yang berkelanjutan di bisnis emas,” pungkas dia.

Source : kontan.co.id