PT KP PRESS – Harga emas turun ke US$ 1.657,95 per ons troi. Harga emas spot bergerak melemah. Setelah mencetak rekor tertinggi, harga emas terkoreksi akibat aksi ambil untung dari investor. Mengutip Bloomberg, Selasa (25/2) pukul 10:15 WIB, harga emas spot berada di level US$ 1.657,95 per ons troi, turun 0,09% dibandingkan penutupan kemarin.

KONTAK PERKASA FUTURES – “Penurunan 1% adalah karena margin call tetapi jelas yang telah memicu gelombang pengambilan keuntungan tambahan,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp dikutip dari Reuters, Selasa (25/2).

PT KONTAK PERKASA – Penurunan harga emas ini terjadi di tengah kekhawatiran virus corona yang cepat bermutasi menjadi pandemi serta dapat melumpuhkan rantai pasokan global dan mendatangkan kerusakan ekonomi yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Jumlah korban tewas akibat virus corona meningkat menjadi tujuh di Italia pada hari Senin dan pihak berwenang menutup kota-kota yang terkena dampak paling parah, seperti sekolah-sekolah dan menghentikan karnaval di Venesia.

Sementara, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada Reuters bahwa ia tidak mengharapkan wabah berdampak material pada kesepakatan perdagangan AS-China Fase 1, meskipun itu dapat berubah karena lebih banyak data tersedia dalam beberapa minggu mendatang.

Pasar keuangan pada hari Senin menggerakkan Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga guna meredam pukulan yang ditakuti untuk pertumbuhan ekonomi dari epidemi. “Ekonomi AS akan terus berkinerja baik tahun ini dan kebijakan moneter saat ini berada dalam posisi yang baik meskipun ada risiko yang ditimbulkan oleh virus,” Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan Senin.

Aksi ambil untung kikis kilau emas spot

Setelah mencetak harga tertinggi sejak Februari 2013, harga emas kembali koreksi. Mengutip Bloomberg, Selasa (25/2), harga emas spot berada di level US$ 1.648,53 per ons troi.

Ini membuat harga si kuning melemah 0,65% dibanding penutupan Senin (24/2) yang mencapai US$ 1.659,38 per ons troi. Ini juga menjadi rekor harga tertinggi emas spot selama tujuh tahun terakhir.

Aksi ambil untung menjadi sentimen yang menyeret harga emas di awal perdagangannya. Mengingat di awal pekan ini, harganya sudah melonjak 0,97% dibanding akhir pekan lalu.

Sebenarnya harga emas pun masih berada di level tertinggi. Terlebih setelah tiga indeks utama Wall Street anjlok lebih dari 3% pada penutupan perdagangan Senin (24/2).

Investor pun terlihat mulai melakukan aksi jual terhadap aset berisiko seperti saham dan kembali masuk ke aset safe haven seperti emas dan US Treasury.

Namun, sentimen utama dari keperkasaan emas datang dari lonjakan kasus virus corona yang terjadi di Korea Selatan, Italia dan Iran. Walau sudah merambah keluar China, World Health Organazation (WHO) masih enggan menyebut penyebaran virus corona sebagai pandemi.

“Kami harus fokus pada penahanan penyebaran sambil mempersiapkan kemungkinan pandemi,”  kata Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Pandemi virus corona belum dapat dikatakan lantaran, penyebarannya masih bisa dikendalikan dan tidak ada kematian dalam skala besar dalam waktu yang sempit.

Source : kontan.co.id