PT KP PRESS – Harga emas turun jelang kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China esok. Harga emas spot pada Selasa (14/1) pukul 7.38 WIB berada di US$ 1.543,84 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas ini turun 0,26% dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.547,88 per ons troi. Harga emas sudah turun 1,18% dalam dua hari perdagangan.

PT KONTAK PERKASA – “Ketika risiko geopolitik hilang, emas tidak diperlukan lagi untuk menyokong portofolio,” kata Bart Melek, head of commodity strategies TD Securities kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pasar saham terus menghijau dengan Wall Street yang kembali mencetak rekor baru. Pasar keuangan mengantisipasi kesepakatan dagang AS-China yang akan diteken besok. Kesepakatan ini merupakan langkah awal untuk mengakhiri 18 bulan perang dagang antara kedua negara.

“Harga emas masih akan rentan dan menuju tren menurun untuk sementara. Jika menembus level US$ 1.540, harga emas berpotensi turun ke US$ 1.520 per ons troi,” kata Craig Erlam, analis OANDA dalam catatan yang dikutip Reuters.

Pagi ini, harga paladium spot turun tipis ke US$ 2.134,87 per ons troi setelah kemarin mencapai rekor tertinggi baru pada US$ 2.136,51 per ons troi.

Harga emas melorot nyaris 1%, ini penjelasan analis

Harga emas dunia melorot pada transaksi Senin (14/1). Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga emas spot melorot 0,8% menjadi US$ 1.549,50 per troy ounce pada pukul 13.50 waktu New York. Pada sesi sebelumnya, harga emas sempat anjlok 1% menjadi US$ 1.546,27 per troy ounce. Sedangkan harga kontrak emas berjangka turun 0,6% menjadi US$ 1.550,60 per troy ounce.

Ada beberapa faktor yang membuat harga emas tertekan. Pertama, adanya penandatanganan awal kerjasama perdagangan antara AS dan China. Kedua, meredanya ketegangan di Timur Tengah. Dua faktor tadi menyebabkan permintaan si kuning menurun.

“Saat risiko geopolitik mereda, Anda tidak lagi membutuhkan emas untuk portofolio Anda,” jelas Bart Melek, head of commodity strategist TD Securities.

Di sisi lain, pasar saham di seluruh dunia juga melaju mendekati level rekor. Sentimen yang mengangkat pasar saham global adalah rencana penandatanganan kesepakatan perdagangan fase 1 antara AS dengan China.

Kesepakatan dagang, yang akan ditandatangani di Gedung Putih pada Rabu (15/1), menandai langkah pertama menuju berakhirnya perang dagang antara kedua negara yang telah berlangsung selama 18 bulan terakhir.

Pada pekan lalu, harga emas sempat melejit mendekati level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir ke level US$ 1.610,90 per troy ounce. Hal itu terjadi pasca serangan drone AS yang menewaskan jenderal tertinggi Iran di Baghdad. Sebagai balasannya, Iran menembakkan rudal ke pangkalan AS.

“Harga emas masih tetap rentan untuk naik, namun dalam jangka menengah masih tertekan. Jika emas menembus level US$ 1.540, emas bisa kembali ke level US$ 1.520,” jelas analis OANDA Craig Erlam kepada Reuters.

 

Source : kontan.co.id