PT KP PRESS – Harga emas turun lagi pada pagi ini. Kamis (9/1) pukul 7.50 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.554,96 per ons troi, turun 0,09% dari harga penutupan perdagangan Rabu (8/1).

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas kemarin turun 1,14% ke US 1.556,42 per ons troi dari harga hari sebelumnya yang merupakan level tertinggi sejak April 2013. Harga emas kemarin turun meski sempat menyentuh US$ 1.611,42 per ons troi.

PT KONTAK PERKASA – Penurunan harga emas terjadi laporan tidak ada korban dalam serangan Iran ke pangkalan militer AS di Irak dan pernyataan pejabat Iran bahwa negeri kaya minyak ini tidak ingin perang. Iran juga menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons serangan AS yang menewaskan Qassem Soleimani pada Jumat lalu.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Edward Moya, senior market analyst OANDA mengatakan bahwa ekspektasi pasar adalah tidak ada perang sehingga harga emas turun. “Kita bisa melihat harga turun ke US$ 1.550 tapi pada akhirnya harga berpeluang menguat ke US$ 1.640 dalam jangka pendek,” kata Moya kepada Reuters.

Dia menambahkan bahwa tensi Timur Tengah bisa naik sewaktu-waktu dalam jangka pendek.

John Vail, chief global strategist Nikko Asset Management mengatakan bahwa tujuan jangka panjang Iran untuk memiliki pengaruh di wilayah Timur Tengah akan terganggu jika menyerang terlalu agresif. “Dampak terhadap aset global mungkin akan moderat karena kita telah melewati bagian terburuk krisis. Kedua pihak tidak menginginkan perang,” kata Vail kepada Reuters.

AS belum merespons serangan Iran, harga emas mulai terkoreksi

Hari ini harga emas dunia sempat menembus angka psikologi US$ 1.600 per ons troi, padahal pada penutupan kemarin berada di level US$ 1.575,37 per ons troi. Kenaikan ini dipicu dari manuver agresif Iran yang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Rabu (8/1) dini hari.

Namun pada sore ini pukul 17.30 WIB, harga emas spot terpantau terkoreksi dan berada di level US$ 1.582,32 per ons troi.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menyebut, terkoreksinya emas pada perdagangan hari ini meski sempat melambung tinggi disebabkan Amerika Serikat belum memberi respons atas serangan balik Iran. Sehingga sentimen yang diakibatkan serangan Iran mereda dan harga ikut terkoreksi.

“Meski terkoreksi, tren bullish emas akan sulit dibendung. Saat ini pasar dilanda ketidakpastian akibat gejolak Iran-AS, sehingga investor beralih ke aset safe haven seperti emas,” terang Alwi kepada Kontan.co.id (8/1).

Selain beralihnya investor ke safe haven, memasuki periode Januari emas memang cenderung mengalami penguatan.

Alwi mengungkapkan penguatan dipicu oleh permintaan terhadap emas juga meningkat menyambut Imlek. Selain itu, pasar juga masih menanti respons dari AS. Jika AS membalas dengan serangan, harga emas dipastikan akan melambung kembali.

Pada penutupan ini Alwi memprediksi support harga emas berada di level US$ 1.582 per ons troi dan resistance berada di level US$ 1.625. Sementara untuk sepekan ke depan akan berada di kisaran US$ 1.556 – US$ 1640 per ons troi.

Berdasarkan perhitungan Alwi, untuk akhir tahun 2020 harga emas berada pada rentang US$ 1.500 – US$ 1.920 per ons troi.

“Kalau ditarik fibonacci retracement dari high US$ 1.920 ke low US$ 1.046, saat ini harga sudah melewati fibonacci retracement 61,8%. Jika sampai akhir Januari masih bertahan di atas level US$ 1.600, maka target akhir tahun kemungkinan ada di US$ 1.920 per ons troi,” pungkas Alwi.

Source : kontan.co.id