KONTAK PERKASA FUTURES Harga emas turun makin dalam pada Selasa (23/7). Pukul 10.40 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.418,20 per ons troi, turun 0,61% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 1.426,90 per ons troi.

Pelemahan harga emas ini terjadi akibat penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS). Indeks dollar terus menguat ke 97,41 dari posisi kemarin pada 97,26.

Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini naik dalam tiga hari perdagangan berturut-turut sejak Jumat lalu. Indeks dollar pun mencapai level tertinggi dalam sepekan terakhir.

Pergerakan harga emas belakangan terpicu oleh spekulasi penurunan suku bunga acuan Federal Reserve. Bank sentral AS ini baru akan menggelar rapat bulanan pada 30-31 Juli pekan depan.

“Kemungkinan pemangkasan suku bunga 25 basis point sudah dihitung oleh pasar,” kata Soichiro Monji, senior strategist Sumitomo Mitsui DS Asset Management kepada Reuters.

Harga emas terus terkoreksi setelah sempat menembus rekor pekan lalu. Selasa (23/7) pukul 13.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.417,90 per ons troi, turun 0,63% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.426,90 per ons troi.

Sementara itu, harga emas di pasar spot ada di level US$ 1.417,49 per ons troi, turun 0,51% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.424,88 per ons troi.

Penurunan harga emas terdorong oleh penguatan dollar Amerika Serikat (AS) lantaran investor  merealisasikan keuntungan jelang pertemuan The Fed pekan depan.

“Minggu lalu kami melakukan banyak pembicaraan oleh Federal Reserve mengenai penurunan suku bunga, konsensus pasar agak berlebihan dan mendorong harga turun,” kata Benjamin Lu, analis Phillip Futures seperti dikutip Reuters Selasa (23/7).

“Emas diperdagangkan sedikit lebih rendah tetapi tetap bertahan di atas level US$ 1,400 per ons troi karena konsensus masih mengarah ke penurunan suku bunga.”

Indeks dollar yang naik mendekati level tertingginya dalam dua minggu juga turut membebani harga emas, sehingga emas menjadi mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Asal tahu saja, harga emas melaju cepat melampaui US$ 1,450 per ons troi untuk pertama kalinya dalam enam tahun pada pekan lalu setelah Presiden The Fed New York John Williams mendorong harapan penurunan suku bunga yang agresif.

Namun, The Fed New York mengatakan pidato itu tidak mencerminkan keputusan dalam pertemuan The Fed pekan depan.

Harga emas turun di awal perdagangan Asia pada Selasa (23/7) karena dollar AS naik mendekati level tertinggi satu minggu di tengah ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve AS pada akhir bulan ini.

Di pasar spot harga emas turun 0,5% pada US$ 1,417.11 per ons pada 0120 GMT. Sementara, harga emas berjangka AS tergelincir 0,5% menjadi US$ 1,419.30 per ounce.

Indeks dolar yang naik 0,1% ke level tertinggi membuat emas menjadi mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

 

Source : kontan.co.id