PT KONTAK PERKASA – Sempat menguat signifikan, harga emas global pada perdagangan Selasa (14/5) justru kembali turun. Hal ini disinyalir karena banyaknya aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan investor hari ini.

Berdasrakan data Bloomberg, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange pada Selasa (14/5) pukul 18.27 WIB berada di level US$ 1.297,40 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi menyampaikan bahwa melemahnya harga emas saat ini merupakan hal yang wajar, mengingat beberapa waktu sebelumnya harga emas sudah menguat cukup tajam. Sehingga, langkah yang dilakukan investor untuk melakukan profit taking cenderung wajar.

Apalagi, dia melihat hingga Jumat (17/5) pasar cenderung masih masih akan memburu aset safe haven, termasuk emas. Untuk itu, pelemahan kali ini diprediksi hanya bersifat sementara dan cenderung akan kembali rebound.

“Efek perang dagang akan berpengaruh ke ekonomi global, ini jadi katalis bagi pelaku pasar untuk memburu safe haven. Enggak cuma emas, tapi juga yen, hingga dollar AS meskipun tentatif,” jelas Dini kepada Kontan.co.id, Selasa (14/5).

Sentimen lainnya, langkah Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif bea impor dari China, jika benar dilaksanakan bakal merambat pada penetapan bea impor barang-barang lain. Bahkan, bisa merambat ke penetapan tarif bea impor dari negara lain, seperti Eropa bahkan Indonesia.

“Sehingga untuk jangka menengah, ada kemungkinan para pelaku pasar beralih ke aset aman. Jadi, pelemahan emas hanya sementara,” jelasnya.

Secara teknikal, Dini mengungkapkan bahwa MACD bergerak naik di level 4.272, RSI menunjukkan overbought dan kecenderungan untuk turun dengan level 68.400, sedangkan untuk stochastic juga bergerak turun sebagai dampak profit taking di level 56.99. Sedangkan untuk moving average 50, 100 dan 200 harganya sudah di atas, sehingga ada kecenderungan naik.

Untuk itu, peluang harga emas untuk kembali naik cukup besar dan direkomendasikan untuk buy. Adapun perkiraan support besok (15/5) yakni US$ 1.294 per ons troi, US$ 1.290 per ons troi, dan US$ 1.287 per ons troi, sedangkan untuk level US$ 1.304 per ons troi, US$ 1.309 per ons troi dan US$ 1.313 per ons troi.

Adapun untuk pergerakan sepekan, diproyeksi berada pada kisaran US$ 1.284 per ons troi hingga US$ 1.319 per ons troi.

Harga emas melanjutkan kenaikan tipis setelah menembus US$ 1.300 per ons troi. Selasa (14/5) pukul 8.07 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.301,90 per ons troi, naik dari US$ 1.301,80 per ons troi pada penutupan perdagangan kemarin.

Di awal pekan ini, harga emas naik 1,12% setelah China mengumumkan tarif baru atas impor dari Amerika Serikat (AS). Perang dagang yang makin panas antara AS dan China ini menimbulkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global sehingga terjadi aksi jual di pasar saham.

Investor berburu aset safe haven, termasuk emas. Sementara indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia hanya turun tipis ke 97,30. Pergerakan harga emas biasanya berkebalikan dengan pergerakan indeks dollar.

“Aksi beli safe haven terjadi di tengah runtuhnya pembicaraan dagang dan pembalasan oleh China,” kata Phillip Streible, senior commodity strategist RJO Futures kepada Reuters.

Streible menambahkan bahwa tensi perdagangan yang naik, risiko geopolitik, penurunan nilai tukar dollar AS dan aksi jual pasar saham menjadi faktor pendorong kenaikan harga emas.

Sekadar mengingatkan, kemarin, China mengumumkan rencana kenaikan tarif impor atas US$ 60 miliar produk dari AS. Aksi ini menyusul kenaikan tarif dari 10% menjadi 25% atas US$ 200 miliar impor China ke AS.

Source : kontan.co.id