KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas turun tipis setelah melonjak pada perdagangan terakhir pekan lalu. Senin (19/11) pukul 7.58 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange berada di US$ 1.222,80 per ons troi, turun 0,02% ketimbang Jumat lalupada US$ 1.223 per ons troi.

Harga dari emas menguat 0,66% pada Jumat (16/11) akibat penurunan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan terakhir, harga untuk emas masih menguat 1,60%.

Indeks dollar melemah setelah kabinet Inggris menyetujui rancangan Brexit dari Perdana Menteri Theresa May. “Harga emas bisa menguat lagi jika dollar melemah,” kata Stephen Innes, APAC trading head di OANDA kepada Reuters.

Innes menambahkan, indeks dollar bisa turun lagi jika efek inflasi mereda. Inflasi AS bulan Oktober mencapai laju tercepat dalam sembilan bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh harga bensin dan sewa yang makin mahal.

“Harga emas memiliki support kuat pada US$ 1.200 dan kalau mampu bertahan, harga emas berpotensi naik,” ungkap Renisha Chainani, head of commodity and currency research Monarch Networth Capital.

Harga produk ini turun tipis setelah naik pada dua hari perdagangan hingga kemarin. Jumat (16/11) pukul 8.16 WIB, harga untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange berada di US$ 1.214,70 per ons troi.

Harga untuk emas ini turun tipis dari US$ 1.215 per ons troi pada penutupan perdagangan kemarin. Penurunan terjadi di tengah kenaikan indeks dollar. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia ini kembali naik ke level 97.Harga barang konsumen AS tumbuh dengan laju tertinggi dalam sembilan bulan tahun ini. Inflasi disebabkan oleh kenaikan harga bensin dan biaya sewa. Data terbaru ini menimbulkan sinyal bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga bulan depan untuk mengekang inflasi yang lebih tinggi lagi.

Di sisi lain, AS dan China tengah ancang-ancang menggelar negosiasi dagang pada awal Desember mendatang. “Jika kesepakatan muncul dari pertemuan ini, maka harga emas akan menguat,” kata Renisha Chainani, head of commodity and currency research Monarch Networth Capital kepada Reuters.

Dia menambahkan, support kuat harga emas berada di US$ 1.200. Harga emas sempat menurun di bawah level ini pada perdagangan intraday Selasa (13/11) tapi akhirnya ditutup pada US$ 1.201,40 per ons troi. “Harga rebound dari support ini dan saya memperkirakan tren naik masih berlanjut,” kata dia.

Source : kontan.co.id