PT KP PRESS – Harga emas melanjutkan kenaikan yang terjadi kemarin. Kamis (17/10) pukul 7.29 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.492,73 per ons troi, naik 0,17% ketimbang harga penutupan kemarin pada US$ 1.490,13 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kemarin, harga emas sudah menguat 0,62% di tengah goyahnya harapan pasar atas penyelesaian perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Meski Presiden AS Donald Trump akhir pekan lalu menyatakan bahwa negosiasi dagang berjalan dengan sangat baik dan China akan membeli produk pertanian AS, pasar keuangan mulai meragukan kepastian kesepakatan fase 1.

PT KONTAK PERKASA – AS memperketat pergerakan diplomat China yang tengah berada di AS, yakni dengan kewajiban pemberitahuan jika diplomat tersebut bertemu dengan pejabat lokal, daerah, dan pusat, serta institusi pendidikan dan riset. Pernyataan Kementerian Luar Negeri yang dirilis Rabu (16/10) ini menjadi tekanan baru pada hubungan kedua negara. Pejabat Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa langkah ini merupakan balasan perlakuan diplomat AS di China.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Selain itu, DPR AS juga meloloskan empat legislasi yang akan menekan China dan tiga di antaranya terkait demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong. “Banyak orang berpikir undang-undang AS mengenai Hong Kong akan mengganggu negosiasi tarif. Jadi ketika kelanjutan tarif dipertanyakan, investor berlari ke emas,” kata Michael Matousek, head trader US Global Investors kepada Reuters.

Investor pun menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve akhir bulan ini. Pasalnya, data Departemen Perdagangan menunjukkan bahwa penjualan ritel turun 0,3% pada bulan September. Ini adalah penurunan penjualan ritel pertama dalam tujuh bulan terakhir.

Meski tidak memasukkan faktor kendaraan dan bahan bakar, penjualan ritel pun hanya naik 0,3%, lebih rendah daripada estimasi awal pada 0,4%. Pelemahan penjualan ritel ini menambah daftar panjang penurunan data ekonomi setelah kontraksi manufaktur dan penurunan tenaga kerja.

Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (ICDX) akan rilis 9 kontrak komoditas baru

Bursa Komoditi dan Derivatif indonesia alias Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) berencana menerbitkan 10 kontrak jenis komoditas baru. Namun, ICDX akan menerbitkan sembilan kontrak terlebih dahulu di kuartal IV tahun 2019.

Anang E. Wicaksono, Manager Learning Center Indonesia Commodity and Derivative Exchange menyampaikan pihaknya akan menerbitkan kontrak untuk delapan jenis kontrak baru serta satu kontrak revitalisasi minyak mentah (crude oil).

Sementara, satu kontrak komoditas baru lain masih dalam proses perizinan.

“Jadi, kami akan rilis 10 kontrak baru. Namun, yang bisa realisasi di kuartal IV ini kemungkinan ada delapan komoditas baru, plus satu kontrak crude oil,” kata Anang kepada Kontan, Rabu (16/10).

Lebih lanjut, Anang menjelaskan bahwa untuk kontrak crude oil nantinya akan ada beberapa varian kontrak baru. Jadi, pelaku pasar bisa mendapat berbagai pilihan mengenai kontrak minyak mentah ICDX. Sementara, untuk rincian kontrak lain belum bisa dipaparkan karena masih proses di Bappebti.

Selain itu, ia mengatakan bahwa kontrak baru ICDX merupakan kontrak bersistem multilateral. Sebab, jika membicarakan produk bursa berarti yang dimaksud adalah kontrak multilateral. Sementara, jika kontrak bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) bersifat registrasi data (register).

Anang menambahkan, alasan ICDX menerbitkan kontrak-kontrak yang sedang disiapkan tersebut dikarenakan momentumnya sedang tepat. Sebagai contoh, kontrak crude oil direvitalisasi karena tingginya permintaan untuk sarana lindung nilai (hedging) atau sekadar spekulatif dari pelaku investor terhadap kontrak tersebut.

Source : kontan.co.id