PT KP PRESS – Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa (22/10). Update terbaru perihal pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China telah menyemangati pasar, tetapi tanda-tanda kelangkaan pasokan emas membuat investor memilih wait and see.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Bloomberg, pukul 11.29 WIB, harga emas pasar spot ke US$ 1.484,51 per ons troi, atau stabil dari sesi sebelumnya. Sedangkan harga emas berjangka pengiriman Desember 2019 ke US$ 1.487,30 per ons troi atau melemah tipis 0,05%.

PT KONTAK PERKASA – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (21/10) bahwa pembicaraan perdagangan AS-China mengalami kemajuan. Melanjutkan komentar positif akhir pekan lalu bahwa kesepakatan perdagangan akan ditandatangani pada saat pertemuan Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik berlangsung di Chili pada 16-17 November.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Penasihat Gedung Putih Larry Kudlow juga mengatakan tarif yang dijadwalkan untuk Desember dapat ditarik kembali jika ada kemajuan.

Harga emas terus melemah di tengah penantian arah suku bunga The Fed

Harga emas terus melanjutkan tren pelemahan. Selasa (22/10) pukul 07.40 WIB harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.485,70 per ons troi, turun 0,16% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.488,10 per ons troi.

Sementara itu harga emas di pasar spot ada di US$ 1.482,88, turun 0,11% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.484,50 per ons troi. Penurunan harga emas terdorong oleh kehati-hatian investor yang menanti kepastian arah suku bunga The Federal Reserve.

“Pasar saham cukup baik. Itu berarti selera risiko (risk appetite) investor ada di sana. Tetapi di saat yang sama, dolar sedikit rebound dan yield US treasury untuk tenor dua tahun bergerak lebih tinggi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas TD Securities seperti dikutip Reuters.

Risk appetite investor meningkat seiring harapan adanya resolusi perang dagang AS-China dan Inggris menghindari Brexit. Dolar yang sedikit rebound menekan harga emas.

“Kami masih ambigu tentang kebijakan moneter bank sentral, ada beberapa harapan bahwa ekonomi AS akan lebih baik dari yang diperkirakan. Berbagai pembicaraan Fed mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga tamahan akan bergeser ke tahun 2020, mungkin tidak ada,” kata Melek.

“Pada akhirnya pendorong utama dalam emas adalah The Fed dan apa yang mereka lakukan dengan suku bunga,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Source : kontan.co.id