PT KONTAK PERKASA FUTURESHarga Emas rebound, diburu sebagai aset safe haven. Penguatannya ditopang rumor pemerintah China akan mengurangi belanja surat utang milik Amerika Serikat (AS).

Muncul juga surat dari partai populis di Italia yang menyuarakan keluar dari Uni Eropa.

Mengutip Bloomberg Senin (15/1) pukul 14:31 WIB, harga emas kontrak pengiriman Februari 2018 di Commodity Exchange tercatat naik 0,55% ke level US$ 1.342 per ons troi. Dalam sepekan, harganya sudah naik 1,66%.

Deddy Yusuf Siregar, Analis PT Asia Tradepoint Futures menyatakan hari Kamis (11/1) lalu, pasar digoncang rumor bahwa pemerintah China akan mengurangi belanja surat utang milik AS.

“Pernyataan tersebut sudah dibantah oleh pemerintah China sebagai sekadar isu, tapi pasar melihat kalau tidak ada asap tidak ada api dan langsung memburu aset lindung nilai,” jelas Deddy saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (15/1).

Memang, hingga hari ini pukul 14:51, indeks dollar tengah merosot 0,18% ke level US$ 90,814. Serta mengutip informasi Reuters (11/1), data Departmen Keuangan AS menunjukkan China adalah negara pemegang obligasi AS terbesar dengan nilai mencapai US$ 1,19 triliun per Oktober 2017. Dengan demikian, isu berkaitan agenda belanja obligasi China bakal mempengaruhi posisi greenback.

Tambah lagi, terdapat sentimen dari Eropa yang berpotensi memicu ketegangan politik. Mengutip Bloomberg (15/1), partai populis Five Star Movement di Italia telah menyuarakan ide keluar dari zona UE. Hal ini menjadi perhatian pasar lantaran Italia adalah negara penggerak ekonomi ketiga terbesar di zona tersebut dan negara itu akan mengadakan pemilihan umum pada 4 Maret nanti.

“Ini baru rumor tapi ini bisa menyebabkan gejolak terutama di pasar Eropa,” jelas Deddy. Atas pertimbangan tersebut, Deddy melihat harga emas pada akhir kuartal I dapat terapresiasi hingga level resisten US$ 1.360, apalagi mengingat agenda tahun baru China yang kerap sebabkan pasar memburu emas.

Sedangkan untuk perdagangan besok, Deddy melihat harga emas memiliki potensi koreksi karena telah menguat terlalu tajam. Ia beri perkiraan harga Selasa (16/1) akan berada dalam rentang US$ 1.336,70 – US$ 1.345 per ons troi. Sedangkan dalam sepekan bisa melebar ke US$ 1.322 – US$ 1.357,30 per ons troi.

Source : kontan.co.id