PT KONTAK PERKASA – Turun tiga hari, harga emas mulai menguat lagi. Rabu (31/1) pukul 7.36 WIB, harga tersebut untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange menguat 0,19% ke US$ 1.342,50 per ons troi.

Dalam tiga hari sebelumnya, harga tersebut turun dari titik tertinggi. Pergerakan harga emas menunggu hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.

Sinyal kenaikan suku bunga bank ini bisa menekan lagi harga emas. Pasalnya, komoditas logam mulia ini sangat sensitif terhadap suku bunga. The Fed akan menutup pertemuan bulanan pada hari ini.

Pertumbuhan ekonomi AS yang membaik bisa menjadi sinyal kenaikan suku bunga yang makin dekat. “Data tenaga kerja AS akan mengonfirmasi penguatan ekonomi AS, dan mendorong kenaikan suku bunga dan nilai tukar dollar. Jadi dalam jangka pendek, harga emas akan tertekan,” kata Jonathan Butler, analis Mitsubishi kepada Reuters.

Sebelumnya, pasar memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga AS pertama tahun ini akan terjadi pada Maret mendatang. Bulan depan, The Fed akan berganti pucuk pimpinan.

Harga emas turun dalam tiga hari beruntun. Selasa (30/1) pukul 7.52 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange berada di angka US$ 1.441,80 per ons troi.

Harga ini turun tipis 0,24% dari posisi kemarin pada US$ 1.345,10 per ons troi. Dalam tiga hari perdagangan, harga emas tergerus hingga 1,91%.

Salah satu pemberat harga tersebut adalah kenaikan imbal hasil US treasury yang mencapai titik tertinggi sejak 2014. “Rebound besar pada harga emaas telah terjadi, dan para trader perlu kejelasan arah dollar setelah pernyataan yang berkebalikan dari presiden dan menteri keuangan Amerika Serikat (AS),” kata Naeem Aslam, chief market analyst ThinMarkets kepada Reuters.

Sekadar mengingatkan, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengindikasikan dukungan atas dollar yang melemah. Hari berikutnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia menginginkan dollar yang kuat.

Arah gerak harga tersebut pekan ini pun menunggu hasil rapat Federal Reserve yang berakhir hari ini, serta data ekonomi yang juga mempengaruhi pergerakan suku bunga.

Source : kontan.co.id