KONTAK PERKASA FUTURES – Harga komoditas harga emas berbalik menguat di pasar Amerika, Selasa (8/8), setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Korea Utara.

Kontrak emas untuk pengiriman Desember 2017 di Comex ditutup naik 0,1% menjadi US$ 1.265,90 per ons troi. Sementara, harga emas spot juga naik 0,21% ke level US$ 1.260,01 per ons troi.

“Korea Utara sebaiknya tidak melakukan ancaman lagi ke Amerika Serikat,” kata Trump di hadapan wartawan.

“Mereka akan disambut dengan api dan kemarahan yang dunia belum pernah lihat. Dia (Korut) telah sangat mengancam… dan seperti yang saya katakan, mereka akan disambut dengan api, kemarahan dan kekuatan yang belum pernah didengar dunia sebelumnya,” ungkap Trump, seperti dilansir CNBC, Selasa.

Sebelumnya, logam mulia diperdagangkan lebih rendah setelah dollar AS berbalik menguat, karena investor menanti rilis data inflasi AS pada akhir pekan ini. Pasar menanti data inflasi untuk mencari petunjuk lebih lanjut tentang laju kenaikan suku bunga.

“Menjelang data inflasi AS, emas kemungkinan akan diperdagangkan sideways sampai ada arah yang lebih jelas,” kata Fawad Razaqzada, analis di FOREX.com.

Inflasi adalah faktor ekonomi utama yang dipertimbangkan oleh The Fed saat menentukan kebijakan moneter. Inflasi  yang kuat dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga di masa depan, yang akan memberi tekanan pada harga emas.

Investor juga menunggu petunjuk kapan The Fed akan mulai mengurangi portofolio obligasi senilai US$ 4,2 triliun.

“Mengingat langkah menuju kebijakan moneter yang ketat, gambaran bullish chart yang sedang berkembang mungkin menjadi peringatan bahwa investor membeli lebih banyak emas sebagai antisipasi terhadap risiko yang meningkat di masa menatang,” ucap analis ScotiaBank dalam sebuah catatan.

Source : kontan.co.id