PT KONTAK PERKASA –¬†Harga emas naik tipis di awal pekan ini. Senin (9/7) pukul 7.49 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 naik 0,06% ke US$ 1.256,60 per ons troi.

Harga emas ini menguat 1,20% jika dibandingkan dengan awal pekan lalu. Awal Juli, harga emas menyentuh level terendah tahun ini pada US$ 1.241,70 per ons troi. Meski naik, harga emas belum mencapai level tertinggi dalam sepekan.

Akhir pekan lalu, harga emas turun karena data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang membaik. “Tidak ada yang berada di posisi bullish pada emas ketika pasar tenaga kerja menguat,” kata Naeem Aslam, chief market analyst ThinMarkets kepada Reuters.

Wang Tao, analis teknikal Reuters mengatakan, support kuat harga emas ada di US$ 1,248 per ons troi. Jika harga emas gagal menembus resistance US$ 1,258 per ons troi, harga akan kembali mengarah ke support.

Permintaan emas di India yang merupakan pembeli terbesar kedua dunia pun tipis. “Para trader China hanya membeli emas dalam jumlah kecil sehingga dukungan kenaikan harga sangat tipis,” ungkap analis Commerzbank dalam catatan.

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berpendar dalam enam bulan pertama di tahun ini. Kenaikan harga logam mulia mengekor harga emas spot. Apalagi, saat ini kurs rupiah tengah melemah terhadap dollar AS.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam sepanjang semester I-2018 naik Rp 14.000 menjadi Rp 644.000 per gram. Sedangkan harga pembelian kembali alias buyback naik Rp 9.000 menjadi Rp 570.000. Pada periode yang sama, harga emas spot naik 5,20% ke level US$ 1.254,5 per ons troi.

Tren kenaikan harga emas naik masih berlanjut di awal paruh kedua tahun ini. Jumat (6/7) pukul 19.55 WIB, harga emas spot menguat ke US$ 1.256,30 per ons troi. Sedangkan harga emas produksi Antam bertengger di Rp 651.000 per gram.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar berpendapat, pelemahan kurs rupiah mendukung kenaikan harga emas Antam. “Semakin melemah rupiah, pembelian emas akan semakin tinggi,” kata dia, kemarin.

Sebagai catatan, sepanjang semester pertama tahun ini, kurs rupiah spot melemah tajam 5,72% menjadi Rp 14.330 per dollar AS.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Faisyal, perang dagang yang ditabuh Amerika Serikat akan semakin mendongkrak harga logam mulia. “Perang dagang memunculkan kekhawatiran sehingga investor Indonesia pasti akan berlari ke emas Antam sebagai aset aman,” ujarnya.

Harga buyback emas Antam ikut naik hampir mendekati Rp 600.000. “Permintaan emas Antam sekarang bisa mencapai 150 kilogram sehari,” imbuh Deddy.

Menurutnya, selama harga emas spot reli karena efek perang dagang dan rupiah terus melemah, maka harga emas Antam akan ikut menanjak di sisa tahun ini. Ia melihat, ancaman perang dagang akan berlangsung cukup lama, karena masih ada upaya balasan dari sejumlah negara terhadap kebijakan tarif AS.

“Harga emas jika masih di atas level Rp 600.000, masih mungkin terus naik,” prediksi Deddy. Meski meyakini, tren harga emas naik akan berlanjut hingga akhir tahun ini, Deddy menyarankan agar investor jangan buru-buru koleksi. Ia menyarankan tunggu harga mengalami koreksi dulu.

Faisyal juga melihat peluang emas untuk menguat masih terbuka sampai akhir tahun ini. Ia memperkirakan, pada akhir tahun nanti, harga emas Antam akan mencapai Rp 685.000 per gram. “Akhir tahun waktu yang tepat untuk menjual emas Antam bagi investor yang sudah pegang sejak lama dan sudah untung,” ujar dia.

Sedangkan bagi investor yang berencana beli, Faisyal menyarankan menunggu setelah Agustus. Harga kini sudah terlalu mahal. “Saat ini ada kemungkinan emas Antam akan naik karena selama Agustus ada momen pendaftaran kandidat untuk pemilihan presiden 2019,” ujarnya.

Source : kontan.co.id