PT KP PRESS – Harga emas naik terangkat tensi panas AS-China. Harga emas menguat lagi di hari ketiga. Selasa (5/5) pukul 7.07 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.703,43 per ons troi, menguat 0,08% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kenaikan tensi hubungan Amerika Serikat (AS) dan China menjadi penopang kuat harga emas. Tensi panas kedua negara ini mencuat lagi akibat virus corona.

PT KONTAK PERKASA – Bob Haberkorn, senior market strategist RJO Futures mengatakan bahwa ada pengalihan ke aset aman karena pasar saham masih cenderung tertekan. “Ada kemungkinan banyak masalah dalam beberapa bulan dengan China dan seluruh dunia akibat virus coron,” kata Haberkorn kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Kisruh baru setelah redanya perang dagang AS-China ini terjadi karena asal mula virus corona. Kemarin, Inggris mengatakan bahwa China perlu menjawab pertanyaan soal wabah corona yang menginfeksi lebih dari 3,5 juta orang di seluruh dunia ini.

Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa ada bukti penyakit Covid-19 ini muncul dari laboratorium China. “Perang dagang AS-China yang diperbarui ini akan menjadi katalis harga emas. Tapi jika tidak terealisasi, sulit untuk emas menjaga reli harga,” ungkap analis OCBC Bank dalam catatan yang dikutip Reuters.

Harga emas telah naik 12% tahun ini. Kenaikan harga ditopang oleh penyebaran virus corona dan stimulus besar-besaran dari berbagai bank sentral dunia untuk menangkal dampak ekonomi virus corona.

Harga emas spot stabil di US$ 1.698 per dolar AS pada tengah hari ini

Harga emas sedikit berubah pada hari Senin, karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat, tetapi meningkatnya ketegangan antara AS dan China terkait penyebaran virus corona terus mendukung emas dekat level kunci $ 1.700 per ons troi.

Mengutip Reuters, Senin (4/5) pukul 11.20 WIB, harga emas spot stabil di US$ 1,698.56 per ons troi. Ini terjadi setelah emas berhasil naik lebih dari 1% pada hari Jumat (1/5). Kala itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada barang asal China lagi.

Di kesempatan berbeda, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga kembali menyulut ketegangan setelah menyebut ada sejumlah bukti bahwa virus muncul dari laboratorium di Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Ada semacam ketakutan di sana bahwa perang dagang mungkin terjadi tersulut dan peristiwa semacam itu baik untuk emas. Semua komentar ini dari pejabat menunjukkan babak baru permusuhan sejauh perdagangan berkaitan dengan China,” kata Avtar Sandu, senior manajer komoditas di Phillip Futures.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat lalu mulai mempertimbangkan kenaikan tarif untuk China yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk membalas penyebaran virus corona keluar dari Wuhan, China.

Tahun lalu, harga emas berhasil terbang 18% karena perang dagang yang berkepanjangan antara kedua negara adi kuasa ini.

Ancaman kenaikan tarif membebani yuan China terhadap dolar AS. Dengan penguatan ini, the greenback berhasil menjauh dari level terendah lebih dari satu bulan, dan membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

“Permintaan dolar AS bersaing untuk kilau safe haven di Asia pagi ini, “kata Stephen Innes, kepala strategi pasar di perusahaan jasa keuangan AxiCorp, dalam sebuah catatan.

Source : kontan.co.id