KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak mendapat sentimen positif dari kenaikan upah tenaga kerja dan turunnya tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS). Senin (8/10) pukul 7.43 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange naik 0,15% ke US$ 1.207,40 per ons troi.

Harga emas naik sejak Jumat lalu setelah rilis data tingkat pengangguran dan kenaikan upah di AS. “Data penambahan tenaga kerja lebih rendah daripada ekspektasi. Tapi, hal ini tidak cukup untuk memicu aksi beli,”kata Alexander Zumpfe, trader logam mulia Heraeus kepada Reuters.

Dia menambahkan, data tenaga kerja ini setidaknya menopang harga emas bertahan di atas level US$ 1.200 per barel. Data tenaga kerja AS menunjukkan, nonfarm payrolls naik 134.000 di bulan September. Ini adalah kenaikan terendah dalam setahun terakhir.

Data Departemen Tenaga Kersa AS juga menunjukkan kenaikan upah yang kontinyu. Hal ini ini mendorong Federal Reserve untuk melanjutkan program kenaikan suku bunga.

Walter Pehowich, executive vice president of investment service Dillon Gage Metals mengatakan, pasar emas masih dalam kondisi menurun. Hal ini merupakan hal yang tidak biasa. “Saat ini adalah kondisi wait and see untuk melihat musim pemilihan tengah periode di AS pada November mendatang,” kata dia.

Harga emas mampu bertahan di atas level US$ 1.200 menjelang akhir pekan ini. Jumat (5/10 ) pukul 8.00 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange berada di US$ 1.2012,60 per ons troi.

Harga emas ini naik tipis 0,08% dari penutupan harga kemarin pada Rp 1.201,60 per ons troi. Harga emas bertahan di tengah imbal hasil US Treasury yang mencapai level tertinggi sejak 2011.

“Ekonomi AS masih bagus. Ekspektasi kenaikan suku bunga tahun depan bertambah dari tiga kali menjadi empat kali,” kata Nicholas Cawley, analis DailyFX.com kepada Reuters.

Suku bunga yang lebih tinggi menyebabkan investor lebih suka menghindari emas dan mencari instrumen yang menawarkan yield menarik.

Jim Wykoff, analis senior Kitco Metals mengatakan, beberapa investor membeli emas untuk lindung nilai terhadap risiko inflasi. Pasalnya, akhir pekan ini AS akan mengumumkan angka tenaga kerja dan pertumbuhan upah, yang keduanya diramal tinggi. Hal ini bisa memicu inflasi melebihi target bank sentral pada level 2%.

Survei Reuters memperkirakan, non-farm payroll bulan September yang akan dirilis hari ini akan menunjukkan kenaikan 185.000.

Source : kontan.co.id