PT KP PRESS – Harga emas naik setelah anjlok 3,61% di akhir pekan. Harga emas kembali melaju setelah anjlok di akhir pekan lalu. Senin (2/3) pukul 7.29 WIB, harga emas spot naik 0,25% ke US$ 1.589,65 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kenaikan harga emas ini terjadi setelah koreksi tajam harga emas sebesar 3,61% di akhir pekan lalu. Meski menguat, harga emas masih jauh di bawah level tertinggi tahun ini sebesar US$ 1.659,38 per ons troi yang tercapai pada Senin (24/2) pekan lalu.

PT KONTAK PERKASA – Penurunan harga emas di akhir pekan lalu terjadi karena kekhawatiran bahwa penyebaran virus corona akan memerlukan stimulus. Sehingga ada kenaikan taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada rapat Maret ini.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Penurunan suku bunga akan mengurangi opportunity cost memegang emas. Alhasil, harga emas bisa menanjak lagi. “Pada setiap penurunan, kami memperkirakan ada pembelian karena tren utama harga emas masih naik,” kata Vandana Bharti, assistant vice-president of commodity research SMC Comtrade kepada Reuters.

Pekan lalu, pasar saham mencatat penurunan terburuk sejak krisis finansial 2008. Investor bersiap menghadapi dampak virus corona terhadap pertumbuhan ekonomi.

Digerus profit taking, harga emas dan logam mulia lain bakal volatil sementara

Maraknya aksi profit taking di akhir Februari 2020, harga emas dan logam mulia lainnya terpaksa melorot cukup dalam. Untuk jangka pendek, prospek komoditas tersebut diperkirakan masih bakal mengalami volatilitas.

Mengutip Bloomberg, harga emas Comex untuk kontrak April 2020 tercatat melorot 4,61% ke level US$ 1.566,70 per ons troi. Sementara itu, harga perak jatuh 7,21%, menjadi US$ 16,46 per ons troi. Spot platinum turun sebanyak 4,07% menjadi US$ 866,30 per ons troi dan paladium anjlok hingga 8,71% ke level US$ 2.616,55 per ons troi.

Analis Kapital Global Investama Alwi Assegaf penurunan yang terjadi pada komoditas logam mulia dikarenakan tingginya aksi jual atau profit taking oleh pelaku pasar. Hal ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

“Ini wajar karena harga komoditas logam mulia khususnya emas sudah naik cukup tinggi, bahkan secara year to date (ytd) masih cenderung catatkan kenaikan meskipun diselingi penurunan cukup dalam pekan lalu,” ujar Alwi kepada Kontan.co.id, Minggu (1/3).

Ke depan, Alwi menilai tren harga logam mulia masih berada dalam tren naik. Hal ini disertai masih tingginya sebaran virus Korona dan nyaris membawa harga emas menyentuh level psikologis US$ 1.700 per ons troi beberapa waktu lalu.

Bahkan dia menegaskan, koreksi harga komoditas logam mulia yang terjadi pekan lalu tidak serta merta menjadikan prospek emas menjadi tidak menarik di tahun ini.

Seiring aksi profit taking yang terjadi, Alwi mengatakan tidak menutup kemungkinan bagi harga emas ke depannya bakal melanjutkan penurunan, meskipun masih tergolong wajar. Justru pelaku pasar dianjurkan untuk memanfaatkan momentum kali ini untuk mulai melakukan aksi beli mumpung harga murah.

“Harga emas masih akan naik, biasanya akan diikuti logam mulia lainnya, dan justru sekarang waktunya bagi pasar untuk beli,” jelasnya.

Source : kontan.co.id