PT KP PRESS – Harga emas naik ke level tertinggi. Harga emas, Senin (24/2) melonjak hingga 2,8% ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, karena investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi global seiring kasus virus corona barus yang meningkat tajam di luar China.

KONTAK PERKASA FUTURES – Melansir Reuters, harga emas di pasar spot, Senin (24/2), naik 2,1% menjadi US$ 1.677,24 per ons troi pada pukul 23.38 WIB. Tapi, harga emas sempat menyentuh level US$ 1.688,66 atau melonjak 2,8%, yang tertinggi sejak Januari 2013 silam.

PT KONTAK PERKASA – Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April 2020 naik 1,9% ke posisi US$ 1.680,20 per ons troi. Harga emas berjangka negeri uak Sam, Senin (24/2), sempat melejit 2,2% menjadi US$ 1.684,30 per ons troi.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Pasar ketakutan sekarang,” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures, kepada Reuters, merujuk kekhawatiran terhadap lonjakan virus corona baru di luar China.

“Kekhawatirannya bukan tentang virus (corona) tepatnya, itu dari sudut pandang ekonomi. Dow Jones turun sekitar 1.000 poin, imbal hasil obligasi juga lebih rendah,” imbuh Haberkorn.

Ada peningkatan tajam dalam kasus virus corona yang Italia, Korea Selatan, dan Iran laporkan, dengan Afghanistan, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, mengonfirmasi kasus pertama mereka. Tapi, tingkat infeksi di China berkurang.

Di luar China daratan, wabah telah menyebar ke 29 negara dan wilayah, dengan korban tewas sekitar dua lusin, menurut penghitungan Reuters. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir dengan peningkatan jumlah kasus tanpa kaitan yang jelas dengan China.

Investor memandang emas dan aset lain seperti obligasi pemerintah dan dollar AS sebagai tempat berlindung yang aman selama masa penuh ketidakpastian.

Pembalikan kurva antara imbal hasil obligasi AS tenor 3 bulan dan 10 tahun semakin dalam. Para ekonom melihatnya sebagai sinyal resesi. Benchmark imbal hasil Treasury 10 tahun turun ke level terendah sejak Juli 2016.

Ketakutan investor terhadap wabah virus corona memicu aksi jual luas di pasar ekuitas. Dow Jones anjlok lebih dari 800 poin, di bawah rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak Oktober 2019.

Di Eropa, pasar saham mengalami penurunan harian terbesar sejak pertengahan 2016.

“Kenaikan harga emas disertai dengan arus masuk ETF lebih lanjut. Investor keuangan yang spekulatif juga telah meningkatkan taruhan mereka pada kenaikan harga emas secara signifikan,” kata Analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

“Namun, ini juga berarti bahwa kenaikan harga emas berada di tanah yang goyah, sehingga penurunan bisa berlangsung jika terjadi aksi ambil untung,” tambah Analis Commerzbank.

Source : kontan.co.id