PT KP PRESS – Harga emas naik lagi pada Selasa (21/1) pagi. Ini adalah kenaikan harga emas dalam tiga hari perdagangan berturut-turut. Selasa (21/1) pukul 8.05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.561,16 per ons troi, naik tipis dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.560,77 per barel.

KONTAK PERKASA FUTURES – “Investor berbondong-bondong ke instrumen emas meski pasar saham menguat, terutama karena ketidakpastian jangka panjang dari sisi politik, kemungkinan volatilitas pasar saham, ekspektasi laba yang melemah, dan suku bunga ultra rendah,” kata Eugen Weinberg, analis Commerzbank kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA – Weinberg menambahkan bahwa investor memburu exchange-traded fund (ETF) beraset emas dan bank sentral membeli emas dengan laju yang mencapai rekor.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Investor masih mencermati perkembangan konflik militer Libya yang menyebabkan penutupan dua ladang minyak besar. Di Amerika Serikat (AS), Presiden AS Donald Trump memberikan pembelaan komprehensif pertama sebelum sidang impeachment di Senat.

Pasar emas juga akan menunggu kabar dari rapat bank sentral AS pekan depan pada 28-29 Januari.

Analis: Jika harga emas dunia US$ 1.600, harga emas Antam bisa menuju Rp 800.000

Pergerakan harga emas Antam akan mengekor pergerakan harga emas dunia. Pada transaksi Senin (20/1), harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan penurunan Rp 1.000 menjadi Rp 769.000 per gram. Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam tampak stagnan di posisi Rp 682.000 per gram.

Apa yang menyebabkan penurunan emas Antam?

Para analis sepakat, turunnya harga emas Antam tidak terlepas dari harga emas dunia yang lesu belakangan ini. Meredanya ketegangan geopolitik Iran – Amerika Serikat (AS), perjanjian dagang fase pertama diteken, hingga rilis data ekonomi AS yang mencatatkan kinerja baik membuat aset safe haven seperti emas tidak lagi dilirik.

“Dengan harga emas dunia yang bergerak tipis, akhirnya membuat emas Antam mengalami aksi jual sehingga harganya melemah. Dengan kondisi global seperti ini, tak mengherankan pelaku pasar lebih memilih aset berisiko,” ujar analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf kepada Kontan.co.id, Senin (20/1).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya. Menurutnya tren negatif yang dicatatkan emas Antam tak terlepas dari kinerja emas dunia yang meredup.

“Kejadian yang terjadi di Libya menjadi angin segar bagi emas dunia, oleh sebab itu hari ini harganya tertahan bahkan menguat tipis. Dengan demikian, harga emas Antam yang mengekor pergerakan emas dunia akan tertahan juga,” jelasnya.

Lantas, bagaimana outlook harga emas Antam ke depannya?

Meski emas Antam cenderung terdepresiasi selepas ketegangan Iran-AS, Andian menilai masih ada kemungkinan emas Antam untuk mendekati harga rekor tertingginya pada level RP 799.000 per gram.

“Potensi naik masih ada walau tidak signifikan, masih ada perjanjian dagang fase dua dan perkembangan ketegangan di Timur Tengah. Kalau harga emas dunia bisa kembali ke US$ 1.600 per ons troi, harga emas Antam bisa kembali mencoba ke level Rp 800.000,” jelas Andian kepada Kontan.co.id, Senin (20/1).

Sementara Deddy justru menilai harga emas Antam tidak akan bergerak terlalu signifikan. “Saat ini sudah tidak ada faktor yang bisa membuat harga emas Antam mengalami lonjakan. Sehingga setidaknya untuk kuartal-I, emas Antam akan cenderung stagnan,” terang Deddy.

Indikasi pergerakan stabil emas Antam terlihat dari pergerakan rupiah yang sejauh ini juga cenderung stabil terhadap dollar AS. Emas Antam bisa mengalami lonjakan harga ketika terjadi sentimen yang di luar ekspektasi. Deddy menyebut salah satu sentimen yang patut diawasi adalah pemilihan presiden AS pada November mendatang.

Deddy memproyeksikan emas Antam sepanjang tahun ini akan bergerak di kisaran seperti sebelum terjadinya ketegangan Iran-AS, yakni di kisaran Rp 730.000 – Rp 780.000 per gram. Dengan kondisi seperti ini, Deddy menyarankan pasar untuk wait and see terlebih dahulu.

Source : kontan.co.id