PT KP PRESS – Harga emas naik tinggi setelah Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada Rabu (8/1) pagi. Rabu (8/1) pukul 7.30 WIB, harga emas spot melonjak 2,22% ke US$ 1.609,41 per ons troi dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.575,37 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas spot ini menyentuh level tertinggi sejak Maret 2013. Militer AS mengungkapkan bahwa Iran menembakkan lebih dari selusin rudal balistik dari wilayah Iran ke setidaknya dua pangkalan militer AS di Irak.

PT KONTAK PERKASA – “Kami tengah menilai kerusakan akibat serangan ini,” kata jurubicara Pentagon Jonathan Hoffman dalam pernyataan yang dikutip Reuters. Dia menambahkan bahwa pangkalan yang ditargetkan adalah Al-Asad dan satu pangkalan di Erbil, Irak.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Sebelumnya, kantor berita Iran, Mehr mengatakan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps telah menargetkan pangkalan Al Asad ini.

Grisham, jurubicara Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mendapatkan laporan ini. “Kami telah mengetahui serangan di fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi laporan dan memonitor situasi dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasional,” kata Grisham dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

Iran menyerang, harga emas semakin terbang

Harga emas makin terbang setelah Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada Rabu (8/1) dini hari.

Hingga Rabu (8/1), pukul 08.59 WIB, harga emas spot melonjak 1,50% ke US$ 1.595,32 per ons troi. Pada penutupan kemarin, harga emas masih berada pada level US$ 1.575,37 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebut melambungnya harga si kuning ini mengejutkan. Sebab banyak pihak menilai Iran tidak akan mengambil langkah agresif dan cenderung diam dalam ketegangan geopolitik tersebut.

“Akibat serangan ini, dampaknya nanti akan panjang dan dapat berlarut-larut. Sebab Presiden Donald Trump tidak akan tinggal diam, dan bisa saja dia benar-benar menyerang titik-titik di Iran seperti yang ia kicaukan di Twitter,” ujar Faisyal kepada Kontan.co.id, Rabu, (8/1).

Alhasil harga emas dunia akan terkerek naik. Faisyal memproyeksikan harga emas bisa saja menembus angka US$ 1.600 per ons troi, bahkan bisa melejit lebih tinggi apabila AS langsung memberikan pernyataan balasan.

“Kalau Amerika membalas, bukan tidak mungkin harga emas akan menguji kisaran US$ 1.620 – US$ 1.635 per ons troi,” kata Faisyal.

Sementara untuk hari ini, ia memproyeksikan, jika harga emas menembus angka US$ 1.600, akan ada kemungkinan terkoreksi di level sekitar US$ 1.593.

Akibat serangan yang dilakukan Iran, dipastikan banyak investor yang akan berbondong-bondong memilih aset safe haven sebagai instrumen investasi. Faisyal juga meyakini ketegangan geopolitik AS-Iran yang berkelanjutan akan berpotensi membuat negoisasi perdagangan antara AS-China menjadi lebih alot.

Source : kontan.co.id