PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas terus mendaki ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Jumat (14/6) pukul 8.07 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange menguat 0,26% ke US$ 1.347,20 per ons troi.

Harga dari emas ini naik dalam empat hari perdagangan berturut-turut. Dalam empat hari, harga emas naik 1,35%. Harga emas pun mencatat kenaikan mingguan dalam empat pekan terakhir.

Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah kenaikan indeks dollar. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia ini bertahan di atas 97 dalam tiga hari terakhir.

“Kenaikan awal harga produk emas adalah karena eskalasi perang dagang. Setelah itu, kekhawatiran resesi atau perlambatan ekonomi turut menopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Juli,” kata Suki Cooper, analis logam mulai Standard Chartered Bank kepada Reuters.

Suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi opportunity cost memegang instrumen emas sehingga minat investasi emas meningkat.

Bank sentral AS Federal Reserve akan menggelar rapat pada 18-19 Juni. Pasar finansial meramalkan penurunan suku bunga dua kali hingga tutup tahun 2019.

“Emas mendapatkan penopang kuat di harga US$ 1.320 awal pekan ini dan terus melaju di puncak sekitar US$ 1.350. Jika angka ini tembus, harga akan makin tinggi meski tergantung momentum yang tepat,” kata Craig Erlam, senior market analyst OANDA dalam catatan yang dikutip Reuters.

Harga produk emas melanjutkan kenaikan di hari ketiga. Kamis (13/6) pukul 8.03 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange naik 0,10% ke US$ 1.338,20 per ons troi.

Dalam tiga hari perdagangan, harga untuk emas mengakumulasi kenaikan 0,67%. Kenaikan harga untuk emas ini terjadi saat koreksi pasar saham meski indeks dollar tidak turun terlalu jauh.

“Tampaknya ada pergeseran sentimen risiko di pasar. Harga emas kembali ke kisaran saat ada kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China,” kata Ross Strachan, analis Capital Economics kepada Reuters.

Harga dari emas pun tersulut spekulasi penurunan suku bunga acuan. Sekadar informasi, bank sentral AS Federal Reserve akan menggelar rapat pada 18-19 Juni mendatang.

“Kenaikan harga emas terjadi dengan keuntungan teknikal jangka pendek dan momentum yang naik,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco dalam catatan. Dia menyebut, target selanjutnya adalah US$ 1.352,70 yang merpakan level tertinggi sebelumnya.

Source : kontan.co.id