PT KONTAK PERKASA FUTURES – Sempat melemah pada perdagangan pagi hingga sore tadi, harga emas menguat pada malam hari. Kamis (6/12) pukul 23.25 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.248 per ons troi, menguat 0,43% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 1.242,60 per ons troi.

Analis PT Asia Trade Points Futures, Deddy Yusuf Siregar menilai, penurunan harga emas spot wajar karena harga emas beberapa pekan lalu meranjak naik. “Wajar karena pelaku pasar melakukan aksi ambil untung demi mengantisipasi laporan ketenagakerjaan ADP employment change, data klaim pengangguran dan service PMI AS,” kata  Deddy kepada Kontan.co.id, Kamis (6/12

Ia melihat bahwa kalau dari data tenaga kerja menunjukkan upah pegawai naik per jam, laju inflasi akan sesuai harapan Federal Reserve. Bila upah meningkat, konsumsi jelas akan meningkat dan akan mempengaruhi laju inflasi Amerika. Hal ini jelas berpengaruh pada pergerakan harga emas.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penangkapan Chief Financial Officer (CFO), Huawei Technologies Tiongkok, Meng Wanzhou di Kanada pada Rabu setempat juga menjadi sentimen penggerak harga emas. Meng kabarnya akan diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani proses hukum atas tudingan melanggar sanksi perdagangan AS terhadap Iran. Sehingga, ini menambah ketegangan Tiongkok dan AS.

Deddy memperkirakan bahwa harga emas hingga esok akan terkoreksi. Ditambah beberapa pelaku pasar sudah mulai keluar menjelang akhir tahun. Akan tetapi, menjelang akhir tahun ini, pelaku pasar akan melakukan aksi beli. Sebab, menjelang Februari 2019, permintaan emas dari China dipastikan meningkat.

Sementara semester I-2019 nanti, harga emas diperkirakan Deddy akan naik perlahan. “Kalau dilihat sulit untuk tembus US$ 1,400. Karena memang pergerakan harga dari tahun 2015 melambat. Dan untuk menaikkan harga emas tinggi sekali itu harus ada peristiwa besar, seperti resesi di AS tahun 2008 yang membuat harga emas spot naik,” kata dia.

Ia pun memperkirakan semester I-2019 harga emas akan menyentuh level US$ 1.300 sampai US$ 1.350 per ons troi. Sedangkan besok, harga emas menyentuh level US$ 1.235-US$ 1.243 per ons troi.

Ibrahim memprediksi, sepekan ke depan, harga emas berpotensi turun ke level US$ 1.230 per ons troi dengan harga tertinggi di level US$ 1.239 per ons troi. Hal ini karena rencana bank sentral AS menaikkan suku bunga pada pertengahan Desember 2018 mendatang akan menyebabkan indeks dollar menguat di kisaran 97,40.

Ketika dollar kembali menguat, kemungkinan besar komoditas yang bertransaksi menggunakan dollar akan jatuh, termasuk emas.

Sementara itu pada periode awal tahun hingga semester I 2019, ia memprediksi perang dagang yang terjadi di 2018 masih memengaruhi harga emas. Karenanya, pada periode tersebut harga emas terendah diperkirakan berada di level US$ 1.050 per ons troi.

Namun, akan ada periode di mana harga emas menguat pada 2019 di level US$ 1.259 per ons troi. Ini karena sentimen ketegangan di semenanjung Korea dan kesepakatan nuklir Iran sudah mereda.

Source : kontan.co.id